IQNA

16:03 - September 03, 2018
Berita ID: 3472468
HOUSTON (IQNA) - Pertemuan tahunan kelima puluh lima Masyarakat Islam Amerika Utara memulai kinerjanya di Houston pada hari Sabtu, dalam sebuah kontroversi antara para penolak dan pendukung.

Menurut laporan IQNA dilansir dari chron.com, pertemuan tahunan ke-55 masyarakat Islam Amerika Utara (ISNA) dimulai pada Sabtu dengan dihadiri lebih dari tiga puluh ribu Muslim dari seantero Amerika Serikat.

Konferensi empat hari ini adalah komunitas Muslim terbesar di Amerika Serikat, yang diselenggarakan dengan fokus pada agama dan perubahan positif untuk menginspirasi komunitas muslim di seluruh dunia.

Pertemuan ini akan berlanjut hingga Senin dan mencakup diskusi, pelaksanaan salat, mengadakan beberapa workshop, presentasikan karya seni, hiburan dan perayaan.

Sementara itu, para demonstran melakukan protes pada Sabtu sore di luar markas konferensi George Braun, tempat penyelenggaraan pertemuan.

Mereka mengklaim bahwa pandangan Islam tidak baik untuk Amerika Serikat. Di sisi lain, lawan-lawan pengunjuk rasa ini hadir di tempat untuk membela muslim dan hak mereka untuk mengadakan pertemuan mereka.

Duck Green adalah salah satu demonstran atas penyelenggaraan konferensi, yang membantu koordinasi para demonstran, yang dapat mengumpulkan 24 anggota Jaringan Patriotik Texas dan kelompok supremasi kulit putih.

Dengan membela pandangannya dan rombongannya, dia mengatakan: Pandangan-pandangan ini secara keliru telah ditafsirkan sebagai ide anti-Nazi dan rasis. “Kami tidak membenci siapa pun. Kami ingin setiap Muslim yang datang ke Amerika untuk menjadi orang Amerika dan tahu bahwa hukum syariat benar-benar buruk. Kami menyambut siapa saja yang datang ke sini dan ingin menjadi orang Amerika. Kami juga ingin, semua orang tahu bahwa kami berterima kasih kepada presiden kami, Trump, yang telah memberikan kemegahan pada Amerika Serikat,” imbuhnya.

Crystal Muhammad, salah seorang anggota Partai Black Panther Baru, mengkritik Green dan kelompoknya dan mengatakan protes itu tampak konyol. Mereka anti-Amerika dan tindakan mereka bertentangan dengan hukum yang menjamin kebebasan beragama masyarakat. Mereka menentang HAM dan berusaha menolak agama masyarakat; kami di sini karena alasan itu.

Sayed Rezwan, yang datang dari San Antonio untuk menghadiri pertemuan itu, mengatakan: “Jumlah penentang jauh lebih sedikit dan ini sangat bagus. Selalu ada orang-orang yang tidak suka Muslim dan saya tidak punya masalah dengan hal ini.”

 

http://iqna.ir/fa/news/3743302

 

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda: