IQNA

19:52 - November 03, 2018
Berita ID: 3472630
JAKARTA (IQNA) - Ketua Jam'iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Indonesia, dalam pertemuan dengan atase kebudayaan Iran di Jakarta, meninjau hubungan dan aktivitas religi-Qurani kedua negara.

Menurut laporan IQNA dilansir dari situs organisasi kebudayaan dan komunikasi Islam, Mehrdad Rakhshandeh, Atase Kebudayaan Republik Islam Iran di Indonesia, telah bertemu dengan KH Saifullah Ma'shum, Ketua Jam'iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Indonesia, dalam kerangka pengembangan komunikasi agama dan budaya.

Dalam sebuah pidato dengan menekankan perlunya mengembangkan hubungan agama dan budaya antara dua negara besar Islam Iran dan Indonesia, Rakhshandeh mengatakan, hari ini, setelah berlalunya empat puluh tahun Republik Islam Iran, kita menyaksikan perkembangan yang sangat mendalam di bidang agama dan Alquran, dan kita telah memperkenalkan sejumlah qori dan hafiz ke komunitas internasional.

Atase kebudayaan Iran di Indonesia menambahkan: “Alquran dan ajarannya telah terbentuk dalam masyarakat dan kehidupan sehari-hari rakyat Iran, dan kami telah memiliki pengalaman pengalaman yang baik dalam mengadakan musabaqoh, pameran Alquran, studi, dan juga dalam riset-riset Qurani, percetakan dan publikasi. Dan demikian juga kami memiliki beragam metode dan modern dalam tafsir, hafalan dan qiraat Alquran untuk berbagai usia, guna memudahkan pembelajaran dan pemahaman sahih Alquran untuk semua orang.”

Dia mengumumkan kesiapan delegasi budaya ini untuk mentransfer pengalaman-pengalaman ini kepada masyarakat Indonesia guna mengembangkan dan meningkatkan hubungan bilateral.

KH Saifullah Ma'shum dengan menyatakan kegembiraannya atas kehadiran atase kebudayaan Republik Islam Iran dan berterima kasih atas kiriman dan menyumbangkan Alquran kepada Jam'iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama Indonesia, mengatakan hari ini aktivitas Republik Islam Iran di bidang Alquran tidak tertutupi oleh siapa pun. Tentu saja, eksploitasi pengalaman ini juga telah sejalan dengan tujuan Jam’iyyat ini.

“Kami berharap dengan kehadiran atase kebudayaan Iran kita dapat melaksanakan secara kontinu kegiatan dan pertukaran yang dilakukan di masa lalu dengan cara yang tersebar, dan kami juga memiliki kesiapan penuh untuk mendukung program-program Alquran Iran di Indonesia,” imbuh Ketua Jam'iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama.

Pertemuan dilanjutkan dengan membahas kelompok ekstrimis dan radikal serta kerusakannya, masalah Palestina, gerakan memecah belah musuh-musuh Islam dan urgensi persatuan dan kewaspadaan Muslim.

 

http://iqna.ir/fa/news/3760795

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda: