IQNA

19:14 - January 06, 2019
Berita ID: 3472795
ABU DHABI (IQNA) - Museum Seni Islam Miraj, kota Abu Dhabi, ibukota UEA, dengan menciptakan harmoni artistik dan musikal dari keindahan seni dan budaya, telah menggambarkan kemegahan dan keagungan seni dan budaya Islam dalam sepanjang sejarah.

Menurut  laporan IQNA, museum-museum yang didedikasikan untuk pameran seni dan seni Islam di pelbagai negara Islam adalah tempat untuk mempertahankan kejayaan, keagungan dan sejarah Islam.

Karya seni dari pelbagai periode Islam yang disimpan di museum-museum ini mencakup manuskrip lama Alquran, benda-benda keramik, instrumen dan alat musik, karpet bergambar, sajadah, dan lainnya.

Salah satu museum paling berharga di dunia Islam, yang berisi karya seni dari pelbagai negara Islam, adalah museum seni Islam Miraj, yang terletak di area seluas lebih dari 100.000 meter persegi di kota Abu Dhabi, ibukota Uni Emirat Arab.

Surat kabar Emirat Al-Ittihad mengulas karya dan isi museum ini dengan menerbitkan sebuah artikel berjudul "Rihlah li Iktisyaf al-Funun al-Islamiyyah" (sebuah perjalanan untuk mengeksplorasi seni-seni Islam).

Laporan tersebut menuturkan, “Museum Abu Dhabi dengan luas lebih dari 100.000 meter persegi berisi koleksi karya seni yang terkait dengan pelbagai periode Islam. Karya-karya menggambarkan transformasi seni di pelbagai periode Islam dan di pelbagai belahan dunia Muslim, terutama yang merupakan asal-usul peradaban Islam, seperti Mesir, Iran, India, Irak, Kashmir dan Suriah.”

Karpet dengan gambar-gambar yang dihias, kotak perhiasan, potongan marmer, tekstil buatan tangan yang berharga, tekstil sutera, perhiasan, karya tembikar, piring berukir dengan tulisan Arab dan piring kecil termasuk karya yang ada di museum tersebut.

Museum Islam Miraj; dari Harmoni Musik sampai Penjualan Karya Seni

Para ahli Museum Seni Islam berusaha memberi wawasan kepada para pengunjung tentang sejarah, orisinalitas dan metode artistik yang digunakan untuk membuat karya-karya ini agar dapat lebih memahami keindahannya.

Penggambaran seni Islam dan ekspresi konsep manusia dan dimensi estetika dan perjalanannya dalam periode pelbagai sejarah adalah salah satu masalah paling penting yang menjadi perhatian otoritas museum ini.

Museum Islam Miraj; dari Harmoni Musik sampai Penjualan Karya Seni

Fitur lain dari museum ini adalah memberikan informasi tentang sejarah masing-masing karya seni. Menjelaskan secara tertulis tempat dan tanggal konstruksinya dan signifikansinya serta dampak konstruktifnya pada seni Islam.

Yang menarik perhatian pengunjung terhadap karya seni Museum Seni Islam adalah kemampuan para inovator pendiri pusat untuk menempatkan masing-masing karya ini sebagai simbol sejarah untuk pelbagai budaya, sehingga pengunjung dapat melihat keragaman sosial dan budaya dari pelbagai negara.

Museum Islam Miraj; dari Harmoni Musik sampai Penjualan Karya Seni

Pemutaran musik Arab, India dan Barat di pelbagai tempat dan selaras dengan karya-karya yang disajikan di tempat ini untuk menciptakan harmoni dan membantu pemahaman yang lebih baik tentang aspek artistik dan peradaban dari karya-karya ini adalah fitur lain dari Museum Seni Islam.

Pemutaran musik Sufi dan apa yang dikenal dengan tarian Sufi, yang mencerminkan doa ritual, penggunaan cc sebagai alat musik India yang paling terkenal di sektor perhiasan, termasuk bagian-bagian museum ini.

Demikian juga, dalam museum ini karya seni dipresentasikan secara langsung dan sebagian didedikasikan dalam penjualan karya-karya ini dan pengunjung melihat keragaman budaya dan sosial dari pelbagai negara di museum ini, sampai-sampai pada puncak kenikmatan kain Kashmir dan sejarah perkembangannya, dunia karpet di Iran juga mudah diakses.

Fasilitas transportasi gratis ke hotel untuk beragam tamu dan pelbagai minuman, termasuk kopi Arab, adalah beberapa fitur lain dari markas Seni Islam Abu Dhabi Miraj.

Museum Islam Miraj; dari Harmoni Musik sampai Penjualan Karya Seni

Manzur Kajiro, direktur departemen penjualan yang mengkhususkan dalam pembuatan seni rupa di pelbagai belahan dunia dan pengawas kegiatan markas Miraj mengatakan, “Selama bertahun-tahun, kami berpikir untuk mengembangkan kegiatan kami untuk menyajikan sejarah seni dalam sejarah Islam. Jadi, pada tahun 2006, kami memilih kota Dubai sebagai wilayah ramah seni untuk karya ini, tetapi Abu Dhabi melangkah dengan desain museum yang lengkap, dan kami juga ingin bergabung dengan program ini.”

Desain museum Miraj, pembangunan dan persiapannya telah memakan waktu selama tiga tahun, dan terinspirasi dari masjid jami’ Sheikh Zayed, di Abu Dhabi, yang berjarak  500 meter.

 

http://iqna.ir/fa/news/3776005

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda: