IQNA

21:30 - January 07, 2019
Berita ID: 3472798
INDIA (IQNA) - Markas mikrofilm internasional Noor adalah markas penelitian di Rumah Budaya Republik Islam Iran di New Delhi, India, dan Alquran serta manuskrip Islam disimpan di dalamnya.

Menurut laporan IQNA, Markas mikrofilm internasional Noor adalah markas penelitian di Rumah Kebudayaan Republik Islam Iran di New Delhi (Atase Kebudayaan Iran di India), sebuah tanah 72 negara, yang memproduksi mikrofilm, foto, restorasi dan penerbitan manuskrip tua di media cetak. Markas ini didirikan pada tahun 1364 dengan upaya Mahdi Khajeh Piri.

Awal aktivitas ilmiah dan budaya markas ini bertepatan dengan haul ke-400 tahun Allamah Qazi Noorullah Shustari, almarhum, Muhaddis, sastrawan, teolog dan penyair India, dan dinamai dengan Markas Internasional Mikrofilm Noor dikarenakan layanan ilmuwan hebat ini.

Markas Noor didirikan dengan tujuan menjaga dan memublikasikan warisan Islam-Iran. Aktivitas markas fotografi dan mikrofilming mencakup lebih dari 60.000 perpustakaan Persia, Arab, dan India, termasuk Perpustakaan Maulana Azad, Perpustakaan Lucknow, dan Perpustakaan Gujarat. Demikian juga, koleksi salinan foto dan mikrofilm yang tersedia di bagian tengah katalog tersedia dalam bahasa Persia, Arab, Inggris, dan Urdu.

Markas Mikrofilm Noor, Perbendaharaan Alquran dan Naskah Islam di Tanah 72 negara (bagian 1)

Panorama Luar Bangunan Markas Mikrofilm Internasional Noor

Markas ini juga menciptakan metode baru dan sepenuhnya eksklusif untuk bahan tanaman untuk restorasi dan destabilisasi naskah, termasuk perbaikan naskah Kulliyat Sadi yang berusia 700 tahun dan perbaikan naskah tertua Nahjul Balaghah.

Sejauh ini, lebih dari 200 manuskrip indah karya tulisan-tulisan Islam di markas Mikrofilm Delhi telah diterbitkan dan direplikasi dengan cara yang sama seperti fitur aslinya, dan jenis replikasi ini telah dirancang dan diimplementasikan untuk pertama kalinya di markas tersebut.

Tandis Taghavi, yang bertanggung jawab untuk himpunan kaligrafi Iran di cabang Manila dan kaligrafer Iran, baru-baru ini mengunjungi markas dan dengan penuh semangat melihat naskah-naskah Islam dan sumber-sumber Alquran. Dia menulis sebuah artikel tentang kunjungan ini dan memberikannya kepada IQNA:

“Pada hari Jumat, 28 Desember 2018, pukul 14:00, saya bertemu dengan suami saya, Mohammad Jafari Malek, atase kebudayaan Iran di Filipina, dengan berkoordinasi dengan Dr. Mahdi Khajeh Piri, kepala markas microfilm Noor.

Markas ini terletak di gedung indah Rumah Budaya Iran di kota New Delhi dan kami bertemu mereka dan rekan-rekannya dalam suasana yang sangat akrab dan sederhana.”

Menjaga Warisan Kuno Islam

Mahdi Khajeh Piri pertama-tama menjelaskan kegiatan markas tersebut, dengan menyatakan: Markas Internasional Mikrofilm Noor di India, atas perintah Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatullah Khamenei, bertanggung jawab atas pelestarian dan publikasi bagian dari warisan kuno Islam. Naskah yang menunjukkan identitas bangsa dan warisan berharga ini memuat ayat-ayat Ilahi dan hasil pemikiran para sarjana dan penatua ilmu pengetahuan dan praktik, yang ditransmisikan dari generasi ke generasi.

“Sayangnya, dalam badai peristiwa karena pelbagai alasan, banyak dari perbendaharaan ilmiah ini telah lenyap dan kehilangan setiap darinya telah memberikan pukulan yang tidak dapat tergantikan bagi komunitas kemanusiaan. Selain mendigitalkan versi lama dan karya kaligrafi dan menerbitkannya, markas ini juga memberikan karya yang terpublikasikan kepada markas-markas ilmiah dan bekerja sama dengan seniman dan cendekiawan Muslim India, mengumpulkan pelbagai khat kaligrafi yang sudah usang,” imbuhnya.

Khajeh Piri mengatakan kesabaran istrinya, sambil menekankan bahwa tanpa dukungan dan sokongannya, dia pasti akan menghabiskan perjalanan mingguannya ke Delhi, yang menyebabkannya menetap selama 40 tahun, dan ini merupakan hal yang tidak mudah.

Nadi Aliyyan Mazharal Ajaib

Koleksi pertama yang disajikan oleh Dr. Khajeh Piri kepada kami adalah puisi berbahasa Arab Nadi Aliyyan Mazharal Ajaib, yang juga dikenal sebagai doa Nadi Aliyyan, doa ini disimpan dengan khat seperti Konstantinopel, khat Thughra, Helal, Heyri, khat kuno Maroko, khat putus-putus gaya Afghanistan, khat kuno Afrika, khat kuno Irak, khat Turkmen, khat Tsuls Mudhaaf, khat Manshur, khat Musalal Badi’, khat berbentuk burung, khat dekoratif di Irak, thawus, Qutb Manar dan Kufi yang berada di atas kulit kaligrafi dan dijilid di markas ini serta diukir dalam bingkai yang indah dan bergambarkan ayat Kursi.

Markas Mikrofilm Noor, Perbendaharaan Alquran dan Naskah Islam di Tanah 72 negara (bagian 1)

Kepala mikrofilm Noor lebih lanjut juga mengatakan telah mengumpulkan koleksi khat Kufi terbesar, yaitu lebih dari seribu jenis.

Surah al-Kausar di atas Lembaran Kulit

Koleksi berikutnya yang kami kunjungi adalah kaligrafi surah al-Kausar di atas lembaran kulit, yang diimplementasikan dengan 150 metode dan khat, yang disimpan dengan penutup kulit dalam kotak dekoratif yang terbuat dari gading, yang khusus dibuat oleh seniman Jipuri. (Jaipur adalah kota bersejarah di India dan markas negara bagian Rajasthan.) Ayat-ayat ini ditulis dengan khat-khat yang sangat indah sepeti: khat Tauqi, Kufi abad kesepuluh, khat Soboli, Kufi Andalus, khat Maghreb Afrika, Kufi gaya Afghanistan, khat klasik Bahar Janubi dan khat bahar yang dikhususkan untuk kaligrafi Alquran, yang marak pada abad ke delapan hingga kesepuluh, khat Shafia, Diwani, Nasakh India, Ilkhani, khat Taj Mesir, khat Andalusia di Qasr Al-Hamra, Riqa dan khat baru Diwani.

Markas Mikrofilm Noor, Perbendaharaan Alquran dan Naskah Islam di Tanah 72 negara (bagian 1)

Sebuah Alquran lengkap juga ada di markas, dimana para kaligrafi India menulisnya dengan khat Diwani yang baru. Menurut Khajeh Piri, kaligrafer karya-karya ini kebanyakan adalah orang-orang sederhana, pendiam dan tenang, yang tidak pernah belajar dari seorang guru dan berlatih di atas khat yang ada, sampai khat mereka mendekati dengan khat yang asli.

Bersambung...

http://iqna.ir/fa/news/3777993

 

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda: