IQNA

20:05 - January 31, 2019
Berita ID: 3472861
SURIAH (IQNA) - Konferensi internasional Ulama Dunia Islam ke-14 dimulai dengan kehadiran para cendekiawan Muslim, Kristen, dan Druze di Damaskus, Suriah.

Menurut laporan IQNA dari Suriah, konferensi ini diselenggarakan oleh Kantor Pemimpin Tertinggi (Rahbar) di Damaskus, dan bekerja sama dengan Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Suriah dan majma jahani taqrib mazahib di Damaskus.

Pada awal pertemuan, Ayatullah Sayyed Abolfalz Tabatabai-Ashkezari, wakil Rahbar di Suriah, menjelaskan pentingnya taqrib mazahib dan mengatakan bahwa perhatian terhadap masalah ini semakin dibutuhkan hari ini dan pertemuan ini diadakan setiap tahun untuk mencapai tujuan ini.

Dia dengan mengucapkan selamat datang kepada para ulama mengumumkan, Damaskus adalah ibukota budaya dan salah satu titik gravitasi dunia Islam.

Wakil Rahbar di Suriah, dengan mengisyaratkan pada konspirasi Zionis dan Amerika dalam menentang umat Islam, menegaskan, upaya puluhan dolar arogansi mengalami kegagalan atas upaya putra-putra Islam. Para ulama dunia Islam mengetahui dengan baik bahwa tujuan utama pemikiran Zionis dalam menciptakan banyak konflik adalah menciptakan perpecahan di barisan-barisan Muslim.

Dia juga dengan berterima kasih atas upaya berkelanjutan dari para cendekiawan agama Suriah, khususnya Menteri Wakaf negara ini dalam rangka tujuan taqrib, menambahkan. Kami berharap bahwa penyelenggaraan pertemuan semacam itu akan memperkuat front persatuan Islam. Taqrib mazahib Islam hari ini sangat penting dan ini tentu saja merupakan kebijakan mendasar Bashar al-Assad, Presiden Suriah dan almarhum ayahnya, Hafez al-Assad.

Lebih lanjut, wakil Rahbar di Suriah mengatakan: "Kebijakan Bashar al-Assad dan almarhum Hafez al-Assad adalah bangkit dan melawan Zionis serta penjajah dan dalam hal ini, masyarakat Suriah selalu mendukungnya dan seperti yang telah kita lihat, dalam perang yang terjadi di negara itu, Suriah mampu berdiri dengan bantuan rakyatnya dan pemimpin bijaksana, dan hari ini kita menyaksikan pembebasan regional satu demi satu di Suriah, sampai-sampai Amerika Serikat mulai mundur dengan ketakutan.

Ayatullah Sayyed Abolfalz Tabatabai-Ashkezari, menekankan bahwa dalam kemenangan ini, kita tidak boleh melupakan perlawanan dan darah para syuhada. “Seperti yang Anda tahu, membuat komunitas manusia lebih sulit dari membangun bangunan bata, karenanya pergunakanlah seluruh upaya dalam membangun komunitas seperti ini, dengan melihat pengalaman yang saya miliki dalam masyarakat Suriah, untuk mencapai hal yang sangat begitu penting seperti ini adalah mungkin, karena Suriah memiliki masyarakat yang rendah hati, etis dan moderat,” ucapnya kepada para ulama.

 

http://iqna.ir/fa/news/3785618

 

 

Kunci-kunci: Suriah ، Konferensi Ulama ، IQNA
Nama:
Email:
* Komentar Anda: