IQNA

12:45 - February 28, 2019
Berita ID: 3472927
AFGANISTAN (IQNA) - Salah seorang anggota perempuan parlemen Afganistan mengatakan, “Perempuan memiliki perbedaan paling besar dalam mekanisme pemikiran dengan Taliban, yang harus mereka ajak bicara, tetapi mereka tidak memiliki peran dalam pembicaraan untuk meraih perdamaian dengan kelompok ini.”

Menurut laporan IQNA dilansir dari Atlas Afganistan, Fawzia Koofi, anggota parlemen Afganistan, mengatakan pihaknya mmengumumkan protes perempuan terhadap putaran kelima pertemuan AS-Taliban di Qatar.

Demikian juga, Farkhunda Zahra Naderi, mantan anggota parlemen Afganistan, menambahkan: "Perdamaian yang langgeng dan mulia adalah perdamaian yang mana pelbagai suku dapat melihat kehormatan dan martabat mereka disana."

Sementara itu, sebelumnya para perempuan menyatakan keprihatinan atas ketidakhadiran mereka dalam pembicaraan damai dalam penyelenggaraan pelbagai pertemuan tersebut. Mereka menekankan bahwa prestasi mereka tidak harus menjadi korban pembicaraan damai.

Protes Perempuan Afganistan terhadap Pertemuan Damai dengan Taliban

Fawzia Koofi, anggota parlemen Afganistan

Perlu dicatat bahwa Molla Baradar, yang bertanggung jawab atas kepemimpinan politik Taliban, pada 24 Februari pergi ke Qatar dengan pesawat terbang khusus dari Pakistan. Dia sebelumnya telah ditunjuk oleh Taliban sebagai ketua kantor kelompok ini  di Qatar, sementara itu, namanya tidak ada dalam daftar 14 tim negosiator Taliban.

Protes Perempuan Afganistan terhadap Pertemuan Damai dengan Taliban

Farkhunda Zahra Naderi, mantan anggota parlemen Afganistan

Ada kontroversi tentang kehadiran dan ketidakhadirannya dalam pertemuan dengan Amerika Serikat, tetapi Syed Akbar Agha, mantan anggota Taliban, mengatakan Molla Baradar berpartisipasi dalam pertemuan tersebut dan akan membahas beberapa masalah dengan Amerika Serikat.

Protes Perempuan Afganistan terhadap Pertemuan Damai dengan Taliban

Molla Abdul Ghani Baradar, Ketua perwakilan politik kelompok Taliban

Putaran kelima pembicaraan perwakilan kelompok Taliban dan AS tentang perdamaian Afganistan akan berlangsung di Doha, Qatar, selama satu jam lagi. Untuk memfasilitasi pembicaraan damai, nama-nama individu dalam daftar hitam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Amerika Serikat sementara waktu dihapus untuk melakukan perjalanan. Molla Abdul Ghani Baradar telah dibebaskan beberapa waktu lalu dari penjara Pakistan dan diperkirakan akan memainkan peran penting dalam pembicaraan damai.

 

http://iqna.ir/fa/news/3793167

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda: