IQNA

21:20 - March 02, 2019
Berita ID: 3472933
MYANMAR (IQNA) - Pelapor Khusus PBB untuk Myanmar, setelah membaca situasi pengungsi Rohingya di Bangladesh, mengatakan tidak terlihat adanya tanda-tanda menjanjikan untuk perbaikan.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Anadolu, utusan untuk PBB menyatakan bahwa situasi Muslim Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh dan tinggal di Cox’s Bazar negara ini sangatlah buruk.

Christine Schraner Burgener, Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB di Myanmar, menyatakan pernyataan ini dalam laporan kepada Dewan Keamanan tentang pengamatannya dari Myanmar, Bangladesh dan daerah lain yang dia kunjungi.

Menurut sebuah laporan yang dikeluarkan oleh PBB, Burgener mengatakan bahwa 18 bulan telah berlalu sejak bentrokan dimulai di kawasan Rakhine Myanmar dan ratusan ribu warga Rohingya terpaksa meninggalkan rumah mereka dan pergi ke negara-negara tetangga, termasuk Bangladesh.

Burgener mengatakan, sementara masyarakat Bangladesh dan lokal sangat baik terhadap para pengungsi, namun situasi ini tidak dapat berlanjut dalam jangka panjang.

“Dimulainya program PBB untuk wilayah tersebut pada tahun 2019, yang bertujuan melindungi para pengungsi dan masyarakat setempat, membutuhkan dana segera,” imbuhnya.

Burgener juga mengatakan bahwa apa yang harus dilakukan segera adalah penghentian konflik di Myanmar, akses tidak terbatas ke pengungsi, studi tentang akar dan penyebab ketegangan dan penyediaan stabilitas yang langgeng.

Menurut pengumuman Amnesty International, sejak dimulainya serangan pasukan Myanmar ke sejumlah kota dan desa di tempat tinggal Muslim Rohingya pada tahun 2017, lebih dari 750.000 pengungsi melarikan diri, yang kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak, dari Myanmar dan memasuki tanah Bangladesh.

 

http://iqna.ir/fa/news/3794288

 

Kunci-kunci: Myanmar ، Para Pengungsi ، Rohingnya ، Bangladesh
Nama:
Email:
* Komentar Anda: