IQNA

16:57 - March 10, 2019
Berita ID: 3472956
INDIA (IQNA) - Mahkamah Agung India menyerukan pembentukan komite mediasi beranggotakan tiga orang untuk menyelesaikan krisis lama antara Muslim dan Hindu terkait masjid Babri.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Aljazeera.net, Mahkamah Agung India pada Jumat (8/3) menyerukan pembentukan komite mediasi yang terdiri dari tiga anggota, dipimpin oleh Ibrahim Khalifatullah, eks hakim Mahkamah Agung India untuk menyelesaikan krisis masjid Babri..

Sri Sri Ravi Shankar, guru spiritual Hindu, dan Sriram Bantashoo, seorang pengacara senior dan pakar mediasi, adalah anggota komite lainnya. Mediasi ini sangat rahasia dan publikasi laporannya oleh media dilarang.

Masjid Babri terletak di bukit yang disebut "Ramkot" di kota Ayodhya, Uttar Pradesh, sebuah masjid yang dihancurkan oleh sekelompok ekstremis Hindu pada tahun 1992. Penghancuran Masjid Babri pada waktu itu menyebabkan munculnya kekerasan agama di seluruh India, yang menewaskan sekitar 2.000 orang.

Masjid Babri adalah salah satu masalah yang paling menegangkan antara umat Hindu dan Muslim di India dalam beberapa dekade terakhir, yang mana satu-satunya pengadilan rendah yang mendengarkannya, tetapi sejak 2011, Mahkamah Agung India telah membahas masalah ini.

Perdebatan tentang pembangunan kuil Hindu di area masjid yang hancur di India telah berlanjut dalam beberapa tahun terakhir dan menurut beberapa narasi mitologis, tempat Masjid Babri di kota Ayodhya adalah tempat kelahiran bagi "Rama", yang disebutkan dalam teks suci agama Hindu.

Pembangunan kuil sebagai ganti Masjid Babri adalah salah satu tuntutan aliansi konservatif India, Perdana Menteri Narendra Moodi. Umat Hindu konservatif bersikeras membangun sebuah kuil di reruntuhan masjid ketika mendekati waktu pemilihan parlemen India. Pemilihan umum India dijadwalkan berlangsung pada bulan Mei tahun ini.

 

http://iqna.ir/fa/news/3796245

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda: