IQNA

Wawancara IQNA dengan Hafiz Quran Pakistan:
7:58 - April 12, 2019
Berita ID: 3473039
IRAN (IQNA) - Salah satu hafiz Alquran penyandang cacat netra menyebut harmonisasi dengan Alquran sebagai sumber kebaikan dunia dan akhirat, dan memahami filosofi sejati hidup.

Mohammad Shiraz, hafiz seluruh Quran dari Pakistan dan delegasi musabaqoh internasional Alquran penyandang cacat netra keempat di Iran. Hafiz 22 tahun saat wawancara dengan IQNA mengatakan, ini pertama kalinya saya datang ke Iran, dan saya sangat senang berkenalan dengan negara ini dan masyarakatnya. Saya telah mulai menghafal Alquran sejak 2005 dan menyelesaikannya dalam 2 tahun. Sebelumnya, saya berpartisipasi dalam musabaqoh internasional Quran di Arab Saudi pada bulan Oktober 2018, tetapi saya tidak meraih peringkat.

Hafiz Alquran ini mengatakan, di Quetta, Karachi, dan banyak kota besar lainnya di Pakistan, ada kursus edukasi hafalan Alquran bagi penyandang cacat netra, dan demikian juga mereka diajari membaca Alquran dengan khat Braille. Saat ini, keinginan masyarakat untuk menghafal Alquran semakin lebih banyak dan semakin diperhatikan di sekolah.

Dia mengatakan tentang orang yang paling berpengaruh dalam pendidikan dan minatnya untuk menghafal Alquran. Dia mengatakan, pengajar saya, adalah orang yang sangat keras, telah memainkan peran besar dalam pendidikan dan pelatihan saya, dan saya sangat banyak terpengaruh dari kepribadiannya.

Pengaruh Alquran dalam Kehidupan Praktis

Mohammad Shiraz mengatakan tentang pengaruh Alquran dalam kehidupan praktisnya. “Pembelajaran Alquran memberikan kebaikan dunia dan akhirat dan telah memainkan peran yang sangat penting dalam hidup saya. Setelah memahami Quran, saya mengerti bagaimana saya harus hidup, dan sejak itu, kesadaran saya akan filosofi kehidupan semakin meningkat,” ucapnya.

Persamaan Budaya

Hafiz Alquran ini mengatakan, Iran dan subbenua India, dimana Pakistan berada di situ, memiliki banyak persamaan-persamaan historis. Budaya dan peradaban subbenua telah banyak dipengaruh oleh budaya Iran, dan ratusan tahun bahasa dan budaya Iran telah berkembang di wilayah ini. Tulisan khat bahasa Urdu dekat dengan khat Nastaliq Persia, dan ribuan kata Persia masuk ke dalam bahasa Urdu. Ritual dan tradisi masyarakat Pakistan sangat mirip satu sama lain, yang mencerminkan pengaruh panjang dan kuat peradaban Islam Iran terhadap budaya masyarakat Pakistan.

Dia menambahkan, Seyyed Ali Hamedani, seorang mistikus Iran dalam perjalanan ke Kashmir, memperkenalkan orang-orang kepada Islam, dan orang-orang di daerah ini sangat tertarik padanya dan mistikus Iran lainnya yang telah menyebarkan Islam. Saat ini, ikatan kuat antara kedua negara terus berjalan dengan baik, dan hubungan politik serta budaya kedua negara sekarang dalam posisi yang sangat baik.

Perlu disebutkan bahwa babak semi final musabaqoh internasional Alquran Iran ke-36 dimulai dari Selasa, di bagian dewasa, perempuan, pelajar dan penyandang cacat netra di hotel Homa Tehran dalam kategori hafalan seluruh Alquran dan qiraat tahkik dan terus berlanjut hingga pagi hari, 10 April.

Kompetisi kategori hafalan seluruh Alquran di bagian laki-laki, pelajar putra, dan penyandang cacat netra di auditorium Marvarid, kategori qiraat laki-laki dan pelajar di auditorium Sadaf dan kompetisi pelajar anak-anak putri dan perempuan dewasa juga diselenggarakan di auditorium Zamrud hotel Homa.

 

http://iqna.ir/fa/news/3802364

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda: