IQNA

14:41 - April 24, 2019
Berita ID: 3473065
SRI LANKA (IQNA) - Polisi Sri Lanka mengatakan bahwa hingga kini 40 orang ditangkap dengan tuduhan melakukan pemboman dua hari lalu, yang menargetkan sejumlah gereja dan hotel.

Menurut laporan IQNA dilansir dari arabic.rt.com, pasca serangkaian ledakan yang menargetkan 4 hotel dan 3 gereja di Sri Lanka bersamaan dengan hari raya Paskah umat Kristen pada Ahad lalu, polisi negara itu mengumumkan bahwa sampai saat ini sebanyak 40 orang ditangkap.

Menurut otoritas terbaru Sri Lanka yang diumumkan hari Selasa (23/4): jumlah korban ledakan meningkat dari 290 menjadi 310 orang.

Masyarakat seantero Sri Lanka mengheningkan cipta selama tiga menit dalam simpati dengan para korban teroris Ahad Paskah, yang berjumlah lebih dari 300 orang, dan pemerintah hari ini mengumumkan berkabung umum, di mana bendera dari semua lembaga negara dikibarkan setengah tiang dan semua siaran radio dan televisi di negaranya juga memutar musik berkabung.

Ledakan berdarah pada hari Ahad di Sri Lanka sampai sekarang memicu respon, kebencian dan kecaman internasional, demikian juga Dewan Keamanan PBB dengan menyebut tindakan "pengecut dan penuh kebencian", menyerukan agar para pelaku aksi teroris ini diseret ke pengadilan.

Pasca langkah-langkah ini, banyak negara mendesak warganya untuk sementara tidak melakukan perjalanan ke Sri Lanka. Semisalnya, Badan Pariwisata Rusia, dalam sebuah pernyataan hari ini, mendesak warganya untuk menahan diri dari bepergian ke negara ini sampai negara ini normal kembali.

China juga dengan memperingatkan akan risiko keamanan yang tinggi, menyerukan larangan warganya untuk melakukan perjalanan ke Sri Lanka.

Sri Lanka pada Ahad lalu telah menyaksikan serangkaian ledakan di 3 gereja dan 4 hotel mewah di Kolombo, ibu kota negara ini dan di beberapa kota itu, yang telah menewaskan lebih dari 300 orang dan 500 lainnya luka-luka.

 

http://iqna.ir/fa/news/3805827

Nama:
Email:
* Komentar Anda: