IQNA

23:41 - May 12, 2019
Berita ID: 3473111
SRI LANKA (IQNA) - Pemerintah Sri Lanka memonitor dan memantau salat Jumat di masjid setelah serangan teroris baru-baru ini di negara itu, yang menewaskan ratusan orang dan melukai beberapa lainnya.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Arab 21, pemerintah Sri Lanka berencana untuk mengontrol dan mengawasi masjid-masjid negara ini, dengan dalih memerangi terorisme.

Dalam hal ini, pemerintah Sri Lanka telah meminta pejabat masjid untuk menyerahkan salinan khotbah salat Jumat kepada pihak berwenang.

Kementerian Agama Sri Lanka juga telah menyampaikan ke semua masjid di negara itu untuk menyerahkan salinan khotbah salat Jumat.

Sejak serangan teroris di Sri Lanka, keadaan darurat telah diumumkan di negara itu, dan pasukan keamanan telah melakukan serangkaian serangan di negara itu, yang mengakibatkan beberapa orang meninggal. Polisi mengatakan 56 tersangka saat ini mendekam dalam tahanan.

Demikian juga, para pejabat negara itu telah mengambil langkah-langkah anti-Islam, termasuk larangan niqob dan memecat 200 mubaligh Islam dari negara-negara asing.

Bersamaan dengan hari Minggu hari raya paskah umat Kristen, empat gereja dan tiga hotel di berbagai kota di Sri Lanka menjadi target serangan teroris yang menewaskan 250 orang dan melukai 500 lainnya.

Menurut statistik resmi pada 2012, populasi Sri Lanka adalah 21 juta, di mana 10 persen dari populasi adalah Muslim, sementara Muslim percaya jumlah mereka lebih tinggi daripada angka yang dilaporkan. Sebagian besar Muslim tinggal di timur dan pusat Sri Lanka. Umat Islam di negara tersebut telah dapat berpartisipasi dalam kancah politik, termasuk parlemen dan kementerian, sampai-sampai Dewan Islam Sri Lanka mencakup perwakilan dari masyarakat sipil.

 

http://iqnanews.ru/fa/news/3810457

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda: