IQNA

Ilhan Omar:
15:48 - August 21, 2019
Berita ID: 3473378
AMERIKA (IQNA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat AS, Ilhan Omar mendesak anggota Kongres untuk pergi ke Palestina dan mengamati relita pahit kehidupan di negara pendudukan tersebut dari dekat.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Anadolu, Anggota Dewan Perwakilan AS, Ilhan Omar dan Rashida Tlaib, yang dilarang masuk ke Palestina oleh rezim Zionis pada konferensi pers bersama, mendesak anggota Kongres untuk pergi ke Palestina dan mengamati realita pahit pendudukan dari dekat.

Omar menganggap keputusan Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel sebagai penghalang untuk pelaksanaan urusannya yang dipilih sebagai anggota Dewan Perwakilan AS dan pengadopsian hal itu adalah disengaja.

“Saya ingin politisi AS mempertimbangkan kembali sumbangan ke Israel. Kami menyumbangkan lebih dari $ 5 miliar kepada Israel setiap tahun. Sementara itu pelaksanaan pembatasan bagi anggota kongres untuk memasuki pendudukan Palestina dan membatasi kebebasan jutaan orang untuk bergerak dan bebas mengekspresikan ideologi-ideologi mereka serta hak untuk menentukan masa depan dan nasib mereka untuk Israel yang secara istilah demokratis dan sekutu kita tidaklah tepat,” ucapnya.

Omar menambahkan, jika kita ingin membantu Israel sebagai sekutu, kita harus meminta Netanyahu untuk berhenti membangun pemukiman ilegal di tanah Palestina dan memberikan semua hak-hak Palestina.

“Sebagai anggota Kongres AS, kami memiliki tanggung jawab untuk melihat dengan cermat apa yang terjadi di kawasan itu. Parlemen perlu melakukan penyelidikan terkait kebijakan luar negeri kita dan jutaan dolar yang kami bantu,” lanjutnya.

Rashida Tlaib, anggota Kongres AS keturunan Palestina juga mengatakan dalam sebuah pidato: Membatasi masuknya saya ke Palestina di mana keluarga saya tinggal di sana adalah upaya yang disengaja Israel untuk mempermalukan saya.

Dikatakan rezim pendudukan Quds mengklaim pembatasan masuknya dua anggota Kongres AS, Ilhan Omar dan Rashida Tlaib ke Palestina atas permintaan Presiden AS, Donald Trump.

 

http://iqna.ir/fa/news/3836377

Kunci-kunci: Amerika ، Ilhan Omar ، Palestina ، Realita
Nama:
Email:
* Komentar Anda: