IQNA

19:19 - August 22, 2026
Berita ID: 3484071

Kisah Keakraban Alquran Seorang Qari Dokter Mesir

IQNA - Salah Al-Jamal, seorang dokter sekaligus qari asal Mesir, mengisahkan perjalanan hidupnya yang lekat dengan Alquran—mulai dari masa kecilnya di desa Aweesh Al-Hajar, Provinsi Dakahlia, Mesir, hingga saat ia meraih ketenaran di kancah internasional.

Kisah Keakraban Alquran

Menurut Iqna melansir Masrawy, ia menegaskan bahwa menghafal Alquran pada usia dini merupakan titik balik dalam hidupnya, dan berkah yang menyertainya di jalan ini membantunya memadukan pendidikan kedokteran dengan pengabdian kepada Kitab Suci.

Dalam sebuah wawancara dengan Nafi Al-Tarras pada program "Warga dan Pejabat" di saluran satelit Shams, Al-Jamal menyatakan bahwa pada usia 10 tahun, ia menghafal seluruh Alquran di desa Aweesh Al-Hijr, dan pada usia 11 tahun, ia meraih juara kedua di tingkat Mesir.

Ia menjelaskan bahwa titik balik dalam hidupnya terjadi pada tahun 1995, saat ia pergi ke Afrika Selatan untuk beribadah pada malam-malam bulan Ramadhan. Di sana, tanpa diduga, ia mendapati dirinya mengikuti kompetisi internasional tilawah Alquran dan berhasil meraih juara pertama tingkat dunia.

Qari asal Mesir tersebut mengatakan bahwa peristiwa yang membawa keberuntungan ini membuka pintu-pintu baru baginya, yang berujung pada seringnya perjalanan ke luar negeri untuk mengisi malam-malam Ramadhan, dan namanya pun menjadi lekat dengan siaran langsung di Radio Quran.

Ia juga menuturkan: “Pemerintah Mesir memberikan penghargaan kepadanya setelah ia kembali dan membuka pintu Radio Mesir baginya. Ia dapat mengikuti ujian radio dan berhasil lulus pada percobaan pertama. Kemudian, Komite Radio memberinya pelatihan di bidang teknik pelantunan dan penyampaian serta pengendalian transmisi suara; setelah itu, kiprahnya di dunia radio dalam rangka mengabdi pada Kitab Allah pun dimulai”.

Al-Jamal menegaskan bahwa karier ilmiahnya tidak bertentangan dengan jalan hidupnya yang lekat dengan Alquran; ia menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Kairo dan lulus setelah tujuh tahun dengan spesialisasi bedah umum, lalu membuka kliniknya sendiri di kawasan Imbaba, Kairo.

Dokter sekaligus qari Alquran tersebut menyatakan bahwa aktivitasnya di bidang kedokteran dan pekerjaannya tidak memutus hubungannya dengan Alquran.

Ia menjelaskan bahwa dirinya menganggap diri sebagai seorang pecinta Alquran, bukan qari profesional dalam pengertian komersial; terlepas dari latar belakang pendidikan dan tanggung jawab profesionalnya, ia secara konsisten melantunkan ayat-ayat suci setiap hari.

Saat membahas rutinitas hariannya yang memadukan praktik kedokteran dengan interaksi terhadap Alquran, Al-Jamal mengatakan bahwa ia meluangkan waktu di malam hari untuk beribadah sesuai kemampuan dan situasinya, serta membaca tiga hingga empat juz Alquran setiap harinya.

Ia menekankan bahwa gaya hidup seperti ini menunjukkan bahwa kesuksesan di lebih dari satu bidang dapat dicapai ketika seseorang tetap berpegang pada tujuannya dan memanfaatkan waktunya sebaik mungkin.

Salah Al-Jamal menyatakan bahwa Alquran senantiasa hadir dalam hidupnya, berdampingan dengan pendidikan kedokteran, karier, dan kiprahnya di dunia radio.

Berikut adalah video Salah Al-Jamal saat melantunkan ayat-ayat Alquran. (HRY)

4370456

Kunci-kunci: Kisah ، qari ، dokter ، mesir
captcha