IQNA - Direktur Pusat Mahdis menyatakan bahwa tanggal 9 Rabiul Awal merupakan peringatan dimulainya masa Imamah dari Imam yang masih hidup, seraya mengatakan, merayakan peristiwa ini dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat pengetahuan mengenai Imam Zaman (afj), memahami cita-cita Mahdisme, serta melindungi masyarakat dari jerat para pengaku palsu dan aliran-aliran yang menyimpang.
Menjelang tanggal 9 Rabiul Awal -hari peringatan dimulainya masa Imamah Imam Mahdi (afj)- memperhatikan signifikansi peristiwa ini serta perlunya memperdalam pengetahuan mengenai Imam Zaman (afj) menjadi hal yang sangat penting; terutama karena di masa gaibah (kegaiban), pemahaman yang benar tentang sosok Imam serta kemampuan membedakan antara ajaran autentik Mahdawi dan klaim-klaim yang menyimpang dianggap sebagai salah satu tuntutan ideologis dan sosial bagi mereka yang menantikan kehadirannya.
Dalam sebuah wawancara dengan Iqna, Hujjatul Islam wal Muslimin Mojtaba Kalbasi, Direktur Pusat Spesialisasi Studi Mahdisme, menjelaskan signifikansi tanggal 9 Rabiul Awal serta membahas pentingnya memperingati peristiwa ini, peran pengetahuan tentang Imam dalam memberi makna pada kehidupan, bahaya pihak-pihak yang mengaku-ngaku sebagai Mahdi, serta perbedaan antara perwakilan umum dan perwakilan khusus Imam Zaman (afj). Berikut adalah naskah wawancara tersebut:
Iqna – Bagaimana kedudukan tanggal 9 Rabiul Awal di antara berbagai peristiwa yang berkaitan dengan Imam al-Ashr (afj), dan mengapa memperingati hari ini menjadi penting dalam konteks budaya dan sosial masyarakat saat ini?
Tanggal 9 Rabiul Awal merupakan salah satu peristiwa penting yang berkaitan dengan Imam al-Ashr (afj). Tentu saja, terdapat banyak peristiwa semacam itu sepanjang tahun yang telah disebutkan dalam teks-teks keagamaan; mulai dari pertengahan bulan Sya'ban hingga bulan suci Ramadhan, serta hari-hari lainnya yang masing-masing memiliki kaitan khusus dengan Imam al-Ashr (afj). Bahkan, teks-teks keagamaan menganjurkan kita untuk membaca Doa Perjanjian (Doa al-Ahd) setiap hari agar senantiasa menjaga ikatan serta memelihara jalan dan haluan tersebut dalam hidup kita.
Namun, tanggal 9 Rabiul Awal memiliki keistimewaan tersendiri karena dengan wafatnya Imam Hasan al-Askari (as) sebagai syahid pada tanggal 8 Rabiul Awal, masa Imamah Imam Zaman (afj) pun dimulai. Saat ini, kami tidak memiliki rencana untuk memperingati hari dimulainya masa Imamah secara khusus bagi para Imam lainnya.
Tanggal 9 Rabiul Awal merupakan hari yang penting karena bertepatan dengan peringatan dimulainya masa Imamah "Imam yang Hidup" (al-Imam al-Hay); yakni seorang Imam yang hidup, hadir, dan senantiasa mengawasi, yang bimbingannya masih terus ada hingga saat ini, dan darinya kita dapat memperoleh manfaat dengan cara yang sepatutnya.
Oleh karena itu, salah satu perbedaan utama antara kesyahidan Imam-imam lainnya dengan kesyahidan Imam Hasan al-Askari (as) adalah bahwa dengan syahidnya Imam al-Askari (as), masa Imamah imam Zaman (afj) pun dimulai, dan tanggal 9 Rabiul Awal merupakan peringatan dimulainya masa Imamah tersebut.
Nabi Suci Islam (saw) bersabda: “Allah akan memenuhi bumi dengan keadilan dan pemerataan melaluinya, sebagaimana sebelumnya bumi dipenuhi dengan tirani dan penindasan”. Hadis ini diriwayatkan dalam sumber-sumber Islam, baik Syiah maupun Sunni, dan merupakan salah satu hadis yang masyhur serta sering dikutip mengenai konsep Mahdisme. (HRY)