IQNA - Sekolah Pendidikan dan Hafalan Alquran di Sanaa, ibu kota Yaman, menggelar upacara meriah untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad (saw), sekaligus mengecam penistaan Alquran yang terjadi berulang kali.
Menurut Iqna melansir Al-Thawra, Dr. Fuad Naji -Wakil Ketua Dewan Umum Wakaf dan Bimbingan Yaman- menyatakan dalam acara tersebut bahwa madrasah ini merupakan contoh luar biasa dalam pengajaran Alquran dan budaya Qurani."
“Berkumpulnya para pelajar di seputar Alquran dan itrah Rasulullah (saw) merupakan perwujudan dari keberkahan Alquran serta budaya Qurani; selain itu, peringatan maulid Nabi (saw) mempererat hubungan dengan Alquran dan semangat meneladani beliau,” tambahnya.
Dr. Naji menyatakan, penistaan terhadap Alquran adalah tindakan yang memancing kemarahan suatu bangsa dan umat Islam, meskipun penistaan semacam itu sama sekali tidak mengurangi kesucian maupun kedudukan agung Alquran."
“Menghormati Alquran dan berpegang teguh pada Kitab Allah merupakan sikap menentang upaya penistaan terhadap hal-hal yang sakral,” tegasnya.
Di penghujung, Dr. Fuad Naji mengajak para siswa untuk berjuang, belajar, dan memanfaatkan kesempatan yang ada, seraya berkata: “Cara terbaik untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad (saw) adalah dengan memberikan perhatian pada Alquran, melakukan amal kebajikan, bersikap dermawan, serta melakukan pekerjaan yang bermanfaat”.
Acara tersebut diiringi dengan pidato mengenai keagungan Nabi Muhammad (saw), berbagai keutamaannya, serta upayanya dalam memperkokoh nilai-nilai luhur Islam dan melembagakan kehormatan serta martabat di kalangan umat Islam.
Lebih lanjut ditekankan -seraya menyoroti penistaan yang berulang kali ditujukan terhadap Alquran- bahwa tindakan penistaan tersebut terjadi akibat kelemahan dan kelalaian umat Islam; sebuah situasi yang telah membuat kaum kafir dan ateis semakin berani melancarkan serangan terus-menerus terhadap hal-hal yang disucikan dalam Islam.
Para pembicara juga menegaskan bahwa situasi ini menuntut umat Islam untuk mengambil sikap tegas yang mencerminkan semangat serta kecintaan mendalam mereka dalam membela hal-hal yang disucikan dan sosok mulia Nabi Muhammad saw. (HRY)