IQNA - Pekerjaan pemugaran Masjid bersejarah Haci Yusuf Tas di Malatya -yang runtuh akibat gempa bumi tanggal 6 Februari 2023- sedang berlangsung, dan pengerjaan dekorasi interior serta kaligrafinya kini hampir rampung.
Menurut Iqna melansir Turkey Today, upaya pemugaran Masjid bersejarah Haci Yusuf Tas di Malatya sedang dilakukan; bangunan yang awalnya didirikan dengan dukungan Sultan Abdul Hamid II ini sempat runtuh akibat gempa bumi 6 Februari 2023, dan saat ini pekerjaan dekorasi serta kaligrafi sedang dilaksanakan di bagian dalamnya.
Pembangunan masjid tersebut dimulai pada tahun 1893. Setelah hancur akibat gempa bumi pada tanggal 3 Maret 1894, masjid itu dibangun kembali di lokasi yang sama dengan dukungan Sultan Abdul Hamid II, dan pembangunannya rampung pada tahun 1912.
Masjid ini -yang sebelumnya mengalami kerusakan sebagian akibat gempa bumi tahun 2020 yang berpusat di wilayah Sivrice Elazig dan kemudian diperbaiki- kembali hancur akibat gempa bumi tanggal 6 Februari 2023, yang disebut sebagai bencana abad ini.
Setelah tender untuk proyek Masjid Haci Yusuf Tas dan renovasinya, kontrak ditandatangani dan lokasi diserahterimakan kepada kontraktor pada bulan Juli 2023.
Sebagai bagian dari rencana Direktorat Jenderal Yayasan di bawah Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata untuk memugar masjid yang dianggap sebagai warisan sejarah ini, proyek tersebut dimulai menyusul rekomendasi dari sebuah komite ilmiah.
Karena kubah masjid telah runtuh dan sebagian dindingnya hancur, komite ilmiah memutuskan untuk membongkar dinding yang tersisa, memperkuat tanah, dan membangun kembali strukturnya dari awal.
Pekerjaan dimulai setelah proyek rekonstruksi beserta laporannya disetujui oleh Dewan Konservasi Regional Sivas. Batu-batu asli masjid diberi nomor dan digunakan kembali untuk membangun dinding selama proses restorasi.
Untuk meringankan beban struktur dan memastikan stabilitas atap, kubah dibangun menggunakan rangka baja. Permukaan luar struktur baja tersebut kemudian dilapisi dengan batu-batu asli bangunan dan diselesaikan dengan lapisan timbal di bagian atasnya.
Di bagian dalam, karya kaligrafi dikerjakan dengan cermat sebagai bagian dari skema dekoratif, dan elemen-elemen arsitektur serta artistik utama bangunan tersebut direalisasikan. Ayat Kursi, yang dipahat di tengah kubah utama, dibuat sesuai dengan desain aslinya.
Sistem pemanas lantai telah dipasang dan lantai telah dilapisi dengan veneer kayu. Pengerjaan ruang shalat wanita juga sudah memasuki tahap akhir.
Masjid ini dijadwalkan dibuka untuk kegiatan ibadah setelah penataan lanskap dan pemasangan karpet rampung. (HRY)