IQNA

12:42 - August 31, 2026
Berita ID: 3484117
Cendekiawan Asal Guinea:

Persatuan Islam Melampaui sekadar Kompromi serta Menuntut Tanggung Jawab Ilmiah dan Praktis

IQNA - Seorang mubaligh asal Guinea mengatakan persatuan bukanlah sekadar slogan, melainkan suatu keharusan demi kelangsungan hidup di dunia yang penuh gejolak saat ini. Kita, sebagai peneliti dan pendidik, memikul tanggung jawab ilmiah dan praktis untuk menyampaikan pesan Islam yang autentik kepada semua orang dengan cara yang tepat dan efektif.

Cendekiawan Persatuan Islam

Syekh Musa Bawaro, Wakil Presiden Persatuan Nasional Mubaligh di Guinea, berbicara kepada IQNA di sela-sela Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-40 di Teheran. Dengan merujuk pada ajaran Alquran dan sunnah Nabawi, ia menekankan pentingnya umat Islam bersatu padu dalam menghadapi tantangan internasional serta peran kaum intelektual dalam merepresentasikan pesan asli Islam.

Berikut adalah rincian percakapan tersebut:

Iqna - Apa solusi untuk mencapai perdamaian dan keamanan yang langgeng serta mempersiapkan umat Islam dalam menghadapi perkembangan regional dan internasional?

Pandangan kami adalah bahwa jawabannya terletak pada upaya kembali kepada Al-Quran yang mulia dan petunjuk nabawi yang jelas. Pertama, dalam Al-Quran, Allah swt menyeru seluruh umat Islam:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

"Dan berpeganglah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai" (QS. Ali Imran: 103). Hal ini berarti bahwa seluruh umat Islam hendaknya bersatu dan bersama-sama berpegang teguh pada satu ikatan tersebut, yaitu tali Allah.

Hal ini membawa kita pada apa yang diserukan oleh Nabi Muhammad (saw), ketika beliau bersabda: "Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian secara sempurna hingga ia mencintai bagi saudaranya apa yang ia cintai bagi dirinya sendiri."

Kami menyerukan kepada umat Islam di seluruh dunia untuk menjaga persatuan dan keutuhan. Jika -semoga hal itu tidak terjadi- musibah menimpa seorang Muslim di Iran, Palestina, atau Guinea-Bissau, seluruh komunitas Muslim di setiap penjuru dunia hendaknya merasa seolah-olah musibah tersebut menimpa diri mereka sendiri secara pribadi. (HRY)

 

4372713

Kunci-kunci: Cendekiawan ، Persatuan Islam ، iqna
captcha