IQNA

9:13 - September 01, 2026
Berita ID: 3484125

Para Penyair Arab Apresiasi Perbendaharaan Warisan Kebudayaan Haram Imam Ali (as)

IQNA - Saat mengunjungi Perpustakaan Al-Rawdah Al-Haydariya dan Pameran Seni Islam Najaf, para penyair Arab memuji koleksi warisan intelektual dan budaya yang terdapat di haram Imam Ali (as).

Apresiasi perbendaharaan

Menurut Iqna melansir Al-Atabah Al-Alawiyah, dalam rangkaian kegiatan Festival Internasional Puisi Arab untuk Nabi Muhammad (saw) kelima, para penyair Arab yang berpartisipasi mengunjungi pelataran haram Imam Ali (as) serta melihat berbagai monumen sejarah dan arsitektur terkemuka di dalam kompleks haram tersebut.

Para penyair Arab yang berpartisipasi dalam acara tersebut juga mengunjungi Perpustakaan Al-Rawdah Al-Haydariya dan Pameran Seni Islam.

Para penyair mengungkapkan kekaguman mereka terhadap khazanah ilmiah, sejarah, dan sastra yang tersimpan di Perpustakaan Al-Rawdah Al-Haydariya, yang merupakan warisan intelektual dan budaya yang sangat berharga. Mereka memuji koleksi buku dan sumber daya yang turut melestarikan warisan Islam serta warisan kemanusiaan tersebut.

Para peserta juga mengunjungi Pameran Seni Islam serta melihat berbagai lukisan dan karya seni bernilai tinggi yang menampilkan keindahan dan keaslian seni Islam. Mereka juga mengagumi monumen bersejarah dan arsitektur haram suci Imam Ali (as).

Acara-acara ini merupakan bagian dari beragam program Pekan Internasional Al-Shadiqin ke-5, yang mencakup berbagai kegiatan di bidang Al-Quran, budaya, sains, diskusi, dan sastra, serta kegiatan sosial untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad (saw) di sekitar haram suci Alawi dan di seluruh kota Najaf.

Perpustakaan Al-Rawdah Al-Haydariya merupakan salah satu perpustakaan tertua dan paling terkenal di kota Najaf, yang terletak di pelataran makam Amirul Mukminin (as). Perpustakaan ini -yang juga dikenal dengan nama-nama lain- secara historis menjadi tempat penyimpanan buku-buku langka serta naskah karya para penulis dan tokoh terkemuka; namun, seiring berjalannya waktu selama berabad-abad, banyak buku yang mengalami kerusakan atau kehancuran. Setelah berakhirnya masa kekuasaan Saddam, perpustakaan ini dihidupkan kembali dan dibuka kembali atas perintah Ayatullah Sistani, otoritas tertinggi Syiah di Najaf Asyraf. Saat ini, Perpustakaan Al-Haidariyyah memiliki berbagai fasilitas dan departemen. (HRY)

 

4373014

captcha