IQNA

5:22 - September 02, 2026
Berita ID: 3484128

Upaya Filipina untuk Terbitkan Sertifikasi Halal Bersama bagi Negara-negara ASEAN

IQNA - Filipina sedang berupaya mengadopsi aturan bersama terkait sertifikasi halal di antara negara-negara anggota ASEAN.

Upaya Filipina untuk Terbitkan Sertifikasi Halal

Menurut Iqna melansir Arab News, Departemen Perdagangan dan Industri Filipina menyatakan bahwa negara tersebut sedang berupaya menetapkan standar sertifikasi halal bersama di antara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Langkah ini bertujuan untuk memfasilitasi pengakuan timbal balik atas produk serta memperluas akses ke pasar Timur Tengah dan pasar negara-negara Muslim lainnya.

Tiga dari 11 negara anggota ASEAN -Indonesia, Malaysia, dan Brunei- merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim, yang mencakup 45 persen dari total populasi kawasan tersebut yang berjumlah lebih dari 680 juta jiwa.

Sementara itu, meskipun Filipina mayoritas beragama Katolik, negara ini memiliki populasi minoritas Muslim yang cukup besar, yakni sekitar 10 persen dari total penduduknya yang berjumlah hampir 120 juta jiwa.

Departemen Perdagangan Filipina menyatakan: “Negara-negara ASEAN pada umumnya mengikuti prinsip-prinsip dasar halal yang sama berdasarkan hukum Islam. Namun, prosedur sertifikasi, persyaratan akreditasi, pengaturan kelembagaan, dan sistem pengakuan berbeda-beda di antara negara-negara tersebut. ASEAN sedang berupaya menyusun pedoman halal yang harmonis untuk produk pangan serta memperkuat pengakuan timbal balik guna mendorong harmonisasi yang lebih luas dan memfasilitasi perdagangan di seluruh kawasan.”

“Standar halal yang lebih selaras di seluruh ASEAN, khususnya untuk produk pangan, akan menciptakan harmonisasi yang lebih baik serta membantu mengurangi biaya kepatuhan, mempermudah akses pasar bagi eksportir, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan memperkuat perdagangan intra-ASEAN,” tambah Kementerian tersebut.

Pasar halal global, khususnya makanan halal, sedang tumbuh pesat. Menurut laporan State of the Global Islamic Economy yang diterbitkan pada bulan Juni oleh DinarStandard -sebuah perusahaan konsultan asal AS yang berspesialisasi dalam pasar Muslim- pengeluaran konsumen untuk makanan halal mencapai US$1,53 triliun pada tahun 2024. Laporan tersebut memprediksi bahwa nilai pasar ini akan mencapai US$2,06 triliun pada tahun 2029.

Sehubungan dengan peran Filipina sebagai ketua ASEAN pada tahun 2026, negara tersebut menjadi tuan rumah pertemuan Kelompok Kerja ASEAN mengenai Makanan Halal bulan lalu, yang membahas standar halal bersama.

Departemen Perdagangan Filipina menyatakan bahwa negara-negara anggota ASEAN saat ini sedang meninjau pedoman ASEAN mengenai makanan halal dengan tujuan mendorong pendekatan regional yang lebih harmonis. Filipina berpartisipasi aktif dalam pembahasan ini melalui mekanisme ASEAN yang ada, dan setiap pengaturan di masa mendatang akan bergantung pada konsensus di antara negara-negara anggota.

Minat terhadap sertifikasi halal terus meningkat seiring upaya perusahaan untuk menjangkau konsumen Muslim domestik serta pasar ekspor di kawasan ASEAN, Timur Tengah, dan negara-negara anggota OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) lainnya. Yang menarik, minat terhadap produk halal juga telah merambah ke pasar-pasar yang tidak didominasi oleh penduduk Muslim. Kepatuhan produk halal terhadap standar keamanan dan kebersihan yang ketat dalam proses produksinya juga menarik minat konsumen yang peduli akan kesehatan, sehingga menjadikan produk halal identik dengan kualitas tinggi, keamanan, dan kebaikan mutu. (HRY)

 

4373252

captcha