IQNA - Dalam sebuah inisiatif bernama Hajjathon 2026 di Arab Saudi, 405 tim akan berkompetisi selama dua hari (2 dan 3 September) untuk mentransformasi layanan bagi para peziarah Baitullah.
Menurut Iqna melansir Arab News, setiap tahun, jutaan umat Muslim melakukan perjalanan ke Makkah dan Madinah untuk menunaikan ibadah Haji dan Umrah, yang menghadirkan tantangan besar terkait logistik, kesehatan, dan pengelolaan massa dalam jumlah yang sangat besar.
Lebih dari 400 peserta kini telah bergabung dalam festival Hajjathon edisi keempat, yang bertujuan mengembangkan solusi praktis untuk meningkatkan layanan bagi jemaah Haji dan Umrah.
Tahap pertama Hajjathon, yang diselenggarakan sebagai bagian dari Forum Ilmiah ke-26 tentang Penelitian Haji, Umrah, dan Ziarah, diikuti oleh 405 pendaftar, yang terdiri dari 304 perempuan dan 101 laki-laki.
Bidang teknologi dan kecerdasan buatan menjadi yang paling diminati di antara keempat bidang yang ada, dengan menarik 168 peserta, disusul oleh bidang kesehatan dengan 144 peserta.
Bidang Kesadaran dan Manajemen Populasi diikuti oleh 69 peserta, sedangkan bidang Teknik dan Infrastruktur diikuti oleh 24 peserta. Makkah Valley Technology Company, unit usaha milik Universitas Umm Al-Qura, bertindak sebagai sponsor inovasi untuk program ini.
Perusahaan tersebut menyatakan bahwa partisipasinya bertujuan untuk mendukung pengembangan ide-ide inovatif yang dapat meningkatkan ekosistem layanan Haji dan Umrah serta memperbaiki pengalaman para jemaah. Selain itu, perusahaan juga berupaya mendorong pemanfaatan teknologi terkini dan kecerdasan buatan dalam pengembangan layanan.
Sesi bimbingan bagi para peserta diselenggarakan di Hajjathon pada tanggal 18 Agustus sebagai bagian dari tahap kedua inisiatif tersebut.
Penyelenggara menyatakan bahwa Hajjathon akan menjadi wadah untuk menarik talenta kreatif dan mendorong peserta mengembangkan solusi guna mengatasi berbagai tantangan terkait Haji, Umrah, dan ziarah.
Inisiatif ini mendukung penelitian, pengembangan, dan inovasi, sekaligus berkontribusi pada upaya peningkatan layanan bagi para peziarah. (HRY)