IQNA - Kompetisi sepak bola di Palestina kembali bergulir pada hari Jumat setelah sempat terhenti selama hampir tiga tahun akibat perang genosida yang dilancarkan rezim Zionis, dengan pertandingan antarklub yang digelar di Tepi Barat, Jalur Gaza, serta kamp-kamp pengungsi di Lebanon.
Menurut Iqna melansir Anadolu Agency, Asosiasi Sepak Bola Palestina telah menyelenggarakan turnamen bertajuk "Piala Seribu Syuhada", yang pertandingan pembukanya digelar secara serentak di Tepi Barat, Gaza, dan kamp-kamp pengungsi di Lebanon.
Kompetisi yang melibatkan 244 klub dari Tepi Barat, Gaza, dan kalangan pengungsi Palestina di luar negeri ini dinamai berdasarkan Asosiasi Sepak Bola Palestina, sebagai penghormatan bagi para atlet Palestina yang syahid dalam perang Israel di Jalur Gaza.
Kembali Setelah Jeda Panjang
Mustafa Siam, Sekretaris Jenderal Asosiasi Media Olahraga Palestina, menyatakan bahwa kompetisi-kompetisi ini menandai kembalinya kegiatan olahraga setelah lebih dari tiga musim terhenti.
Ia menegaskan bahwa perang tersebut juga menyasar para atlet dan infrastruktur olahraga Palestina, serta bahwa lebih dari seribu atlet -termasuk pemain, pelatih, dan wasit- telah gugur sebagai syuhada.
Siam mencatat bahwa turnamen ini diadakan untuk mengenang para syuhada gerakan olahraga, dan pelaksanaannya merupakan pesan bahwa kembalinya aktivitas olahraga -meskipun dalam bentuk terbatas- akan membawa manfaat. (HRY)