IQNA

11:13 - September 07, 2026
Berita ID: 3484155

I Was Born Here; Narasi Artistik tentang Sejarah Islam di Eropa di Era Islamofobia

IQNA - Di tengah meningkatnya Islamofobia dan kebijakan anti-imigrasi di Inggris, sebuah pameran seni di London mengisahkan sejarah umat Muslim di negara tersebut dan di Eropa.

Sejarah Islam di Eropa

Menurut Iqna melansir Al Jazeera, sebuah pameran seni baru di London yang bertajuk "I Was Born Here" mengisahkan sejarah umat Muslim di Inggris dan Eropa. 

Pameran ini hadir di tengah meningkatnya Islamofobia dan kebijakan anti-imigrasi di negara tersebut.

Pameran yang digelar di Museum V&A Storehouse di London timur ini menampilkan tiga kanvas besar karya arsitek, penulis, dan seniman Inggris, Shahid Saleem, yang dipajang di bawah langit-langit berusia 536 tahun yang terinspirasi oleh arsitektur Islam Spanyol.

Kombinasi Sejarah dan Politik dalam Karya Seni

Pada permadani pertama yang bertajuk "Home Office", slogan dan rambu peringatan pemerintah Inggris -yang merupakan bagian dari kebijakan "lingkungan yang tidak bersahabat" (hostile environment) tahun 2013 terhadap imigran illegal- dipadukan dengan pola geometris Islami dari Istana Alhambra di Spanyol.

Bagian kedua menampilkan sosok Altab Ali, seorang pekerja tekstil asal Bangladesh berusia 24 tahun yang dibunuh di sebuah taman di London pada tahun 1978 akibat rasisme. Karya ini juga menampilkan gambar kapal Christopher Columbus, Santa Maria, serta awal mula kolonialisasi Spanyol pada tahun 1492.

Bagian ketiga menampilkan suasana ramai Queen's Market di Newham, London - sebuah pasar yang belum lama ini dipertahankan oleh warga setempat dari upaya ekspansi perusahaan besar. 

Saleem menambahkan bahwa judul pameran tersebut merupakan sindiran terhadap sebuah ungkapan yang mau tak mau harus diucapkan berulang kali oleh umat Muslim dan warga non-kulit putih di Inggris. "Itu adalah ungkapan yang harus kami gunakan untuk membenarkan keberadaan kami di Inggris dan menangkal serangan rasis," ujar Saleem.

"Meskipun periode ini dirayakan sebagai awal mula Zaman Keemasan Spanyol, masa ini juga menandai salah satu program pembersihan etnis dan agama yang paling menghancurkan di Eropa," ujar Tharik Hussain, sejarawan dan penulis buku "Muslim Europe."

Saleem menegaskan bahwa karya-karya tersebut bukan sekadar pernyataan politik, melainkan juga sebuah "dokumen sejarah" dari era saat ini. "Karya-karya ini menandai momen bersejarah di tengah gelombang Islamofobia dan sentimen anti-imigrasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Saat melihat karya-karya ini 100 tahun lagi, orang akan memahami semua hal tersebut," ujarnya.

Selama setahun terakhir, penjualan seni Islam di berbagai balai lelang London telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, bertepatan dengan meningkatnya kejahatan anti-Islam di Inggris. (HRY)

 

4374101

Kunci-kunci: Artistik ، sejarah islam ، eropa ، islamofobia
captcha