IQNA - Yayasan Percetakan dan Penerbitan Al-Warith, yang berafiliasi haram suci Imam Husain, mengumumkan rampungnya proses produksi 51.000 eksemplar Al-Quran dengan standar ilmiah dan artistik yang belum pernah ada sebelumnya di Irak.
Menurut Iqna melansir Kantor Berita Noon Irak, proyek yang berlangsung selama dua setengah tahun ini dilaksanakan dengan tujuan mengurangi ketergantungan pada salinan impor serta menghasilkan salinan Al-Quran khas Irak yang autentik.
Muntadher Saleh, pengawas umum Yayasan Al-Warith, dalam wawancara dengan media menyatakan bahwa proyek ini diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan perpustakaan dan masjid di Irak dengan mengandalkan kemampuan sumber daya dalam negeri. Ia menegaskan bahwa, berdasarkan arahan Syekh Abdul Mahdi Karbala -pengelola syar’i haram suci Imam Husain- salinan Al-Quran ini disusun dengan tingkat ketelitian tinggi dan didasarkan pada naskah khat Uthman Taha.
Menyoroti tingginya tingkat ketelitian dalam tahapan produksinya, Saleh menambahkan: "Setiap halaman Al-Quran ini telah diperiksa secara terpisah melalui tiga tahapan (sebelum, selama, dan setelah pencetakan), sehingga setiap baris dan kata pun dipantau dengan cermat demi menjamin tingkat akurasi tertinggi dalam hal bacaan maupun tanda bacanya."
Mengenai aspek artistiknya, pihak Penanggung Jawab Umum Penerbit Al-Warith menyatakan bahwa, berbeda dari pola-pola yang lazim digunakan, desain interior edisi ini menampilkan citra simbolis kubah dan menara haram suci Imam Husain (as). Selain itu, seluruh ornamen dan kaligrafi pada sampul maupun halaman bagian dalam dirancang dan dikerjakan secara manual dengan motif tanaman oleh para seniman ahli dari lembaga tersebut.
Ia juga mencatat bahwa setelah keberhasilan pencetakan buku "Zad al-Muttaqin", proyek ini dilaksanakan dalam skala besar atas perintah pengelola syar’i haram suci Imam Husain untuk mencapai target 100.000 eksemplar, serta telah berhasil melewati tahap uji coba pencetakan sebanyak 100 dan 500 eksemplar.
Pengawas Umum Penerbit Al-Warith melanjutkan: "Setelah menyampaikan laporan mengenai keberhasilan tahap-tahap awal kepada pengelola syar’i haram suci tersebut, izin diterbitkan untuk mencetak 10.000 eksemplar tambahan, dan proses ini terus berlanjut melalui beberapa tahapan. Sejauh ini, 51.000 eksemplar Al-Quran telah dicetak -termasuk berbagai versi dalam ukuran standar kementerian maupun ukuran untuk masyarakat umum- dan upaya ini masih berjalan sesuai rencana untuk mencapai target pencetakan 100.000 eksemplar". (HRY)



4374250