IQNA

6:31 - September 08, 2026
Berita ID: 3484162

Koleksi Tujuh Jilid “Di Keharibaan Al-Quran” Diluncurkan untuk Mengenang Ustad Hamid Reza Mostafid

IQNA - “Siang yang Hangat” IQNA ke-71-yang didedikasikan untuk memberikan penghormatan kepada para pelopor, profesor, dan pegiat Al-Quran- telah diselenggarakan pada hari Sabtu, 5 September, atas prakarsa IQNA dan kali ini bekerja sama dengan Pusat Penerbitan Al-Quran Republik Islam Iran.

Koleksi Tujuh Jilid “Di Keharibaan Al-Quran”

Menurut Iqna, pertemuan yang diselenggarakan oleh Seyyed Vahid Mortazavi ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan lembaga Al-Quran di negara tersebut, profesor senior, serta aktivis Al-Quran. Acara ini ditujukan untuk memberikan penghormatan kepada Hamid Reza Mostafid -seorang dosen universitas dan profesor senior- serta meluncurkan koleksi tujuh jilid buku berjudul "Di Keharibaan Al-Quran".

برگزاری مراسم ظهر دلنشین «حمیدرضا مستفید»

Pada awal pertemuan ini, Javad Nasiri Avanki, Kepala Organisasi Al-Quran Mahasiswa Negara sekaligus CEO IQNA, menyoroti sambutan hangat dari kalangan peminat khusus dan pencinta Al-Quran terhadap rangkaian pertemuan " Siang yang Hangat". Menurutnya, penyelenggaraan pertemuan ini sebagai kesempatan bagi para pakar dan aktivis Al-Quran untuk hadir di organisasi ini dan berbagi pengalaman berharga mereka terkait Al-Quran. Ia melanjutkan: "Selain meliput beragam berita seputar Al-Quran -yang merupakan misi utama kantor berita ini- penyelenggaraan rangkaian pertemuan serta terciptanya suasana akrab dan interaktif antara para pakar dan aktivis Al-Quran telah mendorong terciptanya keharmonisan dan empati yang lebih besar di kalangan komunitas Al-Quran. Di samping itu, pemberitaan dan liputan media mengenai acara ini juga berhasil menarik perhatian baik kalangan peminat khusus maupun masyarakat umum yang mengikuti berita seputar Al-Quran, sehingga memantapkan tekad IQNA untuk terus melanjutkannya."

Morteza Tavakoli, Wakil Direktur Pusat Pencetakan dan Penerbitan Al-Quran Republik Islam Iran, menyatakan: “Karya yang akan diluncurkan dalam pertemuan ini merupakan buah dari perjalanan hidup Profesor Mostafid. Berdasarkan pengalaman kerja sama selama hampir dua dekade dengannya, saya harus mengatakan bahwa profesor yang mulia ini memiliki pandangan yang komprehensif mengenai Al-Quran - sebuah pandangan yang tidak bersifat satu dimensi. Menurut perspektifnya, selain mengandung konsep-konsep yang tampak jelas, Al-Quran juga sarat dengan wawasan ilmiah dan berbagai topik kajian Al-Quran yang patut diajarkan di perguruan tinggi”.

برگزاری مراسم ظهر دلنشین «حمیدرضا مستفید»

Tavakoli juga membahas pentingnya penelitian terhadap manuskrip Al-Quran dari sudut pandang Hamid Reza Mostafid. (HRY)

 

4374188

captcha