IQNA - Kelompok ekstremis pendukung Trump dan salah satu terpidana kasus penyerangan Gedung Capitol melakukan tindakan provokatif dengan menistakan sebuah mushaf Al-Quran di New York.
Menurut Iqna, Jake Lang -seorang ekstremis dari gerakan sayap kanan di Amerika sekaligus terpidana kasus penyerangan Gedung Capitol pada 6 Januari- menyobek mushaf Al-Quran dalam sebuah aksi provokatif di New York.
Berdasarkan gambar dan laporan mengenai acara tersebut di media sosial, Jake Lang merobek Al-Quran setelah berbicara di gereja ATLAH Ministries yang dipimpin oleh Pastor James David Manning di New York.
Tindakan ini menyusul serangkaian aktivitas kontroversial dan anti-Islam yang dilakukan Jake Lang. Sebelumnya, ia pernah mencoba membakar Al-Quran di Dearborn, Michigan, wilayah yang memiliki populasi Muslim dan Arab-Amerika yang cukup besar.
Jake Lang adalah sosok terkemuka di kalangan sayap kanan jauh Amerika dan pendukung Presiden Donald Trump.
Ia menghadapi 11 dakwaan federal, termasuk penyerangan terhadap petugas kepolisian dan tindakan yang mengganggu ketertiban umum, atas perannya dalam serangan terhadap Gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021; namun sebelum persidangan berlangsung, Donald Trump memberinya pengampunan pada hari pertama sang presiden kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025, sebagai bagian dari kebijakan pengampunan massal bagi mereka yang divonis bersalah dalam kasus 6 Januari tersebut.
Tindakan Jake Lang baru-baru ini, termasuk penistaan terhadap Al-Quran dan sikap anti-Islamnya, telah menuai kecaman luas. (HRY)