IQNA - Warga Palestina yang mengalami disabilitas akibat serangan Israel kesulitan mendapatkan kaki atau tangan palsu, sementara kampanye iklan Adidas justru mengungkap layanan eksklusif bagi tentara Israel; sebuah kontradiksi menyakitkan yang memicu gelombang kemarahan di media sosial dan memaksa perusahaan tersebut untuk menarik kembali langkahnya serta menyampaikan permintaan maaf.
Menurut Iqna melansir Anadolu Ajansi, sebuah kampanye oleh perusahaan Jerman Adidas yang menampilkan mantan tentara Israel yang kehilangan kakinya telah menjadi simbol bagi dua realitas yang sangat berbeda bagi para penyandang disabilitas amputasi asal Palestina di Gaza.
Shalev Biton, mantan tentara Israel yang kehilangan satu kakinya, tampil dalam kampanye lokal Adidas untuk memperkenalkan layanan Single Shoe Service milik perusahaan tersebut -sebuah layanan yang dirancang bagi penyandang disabilitas amputasi dan mereka yang hanya membutuhkan satu sepatu.
Sementara itu, di Gaza, ribuan warga Palestina yang kehilangan anggota tubuh akibat serangan Israel terus berjuang untuk mendapatkan akses terhadap layanan rehabilitasi, aksesori, dan bahkan kaki atau tangan palsu yang paling dasar sekalipun.
Kontroversi ini memicu kemarahan para penyandang disabilitas amputasi di Gaza, yang mempertanyakan mengapa mantan tentara Israel dipilih untuk kampanye semacam itu, padahal kebutuhan mereka sendiri sebagian besar masih belum terpenuhi.
Kami Tidak Punya Apa-apa
Kifah al-Fakhouri, yang kehilangan kakinya akibat serangan Israel di sebuah kafe tepi pantai di Kota Gaza, mengaku terkejut saat melihat kampanye tersebut.
"Saya berharap Adidas mau memperhatikan kebutuhan warga Gaza dan Palestina, karena ada ribuan orang di antara kami yang mengalami amputasi," ujarnya.
"Prajurit ini kehilangan kakinya pada tahun 2021 dan kini memiliki kaki palsu serta fasilitas yang diperlukan. Kami tidak memiliki apa-apa di Gaza; tidak ada perawatan, tidak ada peralatan, tidak ada fasilitas," tambahnya.
Al-Fakhouri mengatakan prostesis yang tersedia di Gaza sering kali tidak memenuhi kebutuhan pasien, dan beberapa di antaranya terlalu berat atau tidak cocok untuk penggunaan sehari-hari.
Mengapa Adidas Tidak Mendukung Gaza?
Nabil Abdullah Mahmoud Ibrahim kehilangan kakinya akibat serangan pesawat nirawak (drone) Israel saat sedang bermain sepak bola bersama anak-anak lain di sebuah tempat penampungan pengungsi Palestina di Gaza utara.
“Bukankah seharusnya Adidas mendukung Gaza, mengingat begitu banyak orang di sini yang kehilangan anggota tubuh?” tanyanya.
Menurutnya, warga Palestina yang mengalami amputasi seharusnya mendapatkan dukungan dan kesempatan yang sama seperti orang lain yang menderita cedera serupa.
Lebih dari 8.000 Orang Telah Kehilangan Anggota Tubuh
Munir Al-Barsh, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, mengatakan: "Perkiraan menunjukkan bahwa lebih dari 8.000 warga Palestina telah kehilangan anggota tubuh mereka selama perang genosida rezim Zionis terhadap Gaza, dan lebih dari 3.000 di antaranya adalah anak-anak."
Seruan Boikot dan Permintaan Maaf dari Adidas
Kontroversi semakin memanas setelah gambar-gambar kampanye tersebut tersebar luas secara daring. Pengguna yang mendukung Palestina membandingkan akses Shalev Biton terhadap kaki palsu dan layanan khusus dengan kondisi ribuan penyandang disabilitas yang diamputasi di Gaza.
Saluran TV Israel Channel 15 melaporkan bahwa unggahan terkait kampanye tersebut telah ditonton jutaan kali, sementara seruan untuk memboikot Adidas merebak di media sosial. (HRY)