IQNA - Menteri Urusan Islam Maladewa telah mengumumkan bahwa lebih dari 2.000 siswa saat ini sedang menghafal Al-Quran.
Menurut Iqna melansir Edition, Menteri Urusan Islam Maladewa, Dr. Mohamed Shaheem Ali Saeed, mengumumkan bahwa lebih dari 2.000 siswa saat ini sedang menghafal Al-Quran di negara kepulauan yang terletak di Asia Selatan tersebut.
Dr. Mohamed Shaheem mengatakan bahwa peningkatan jumlah penghafal Al-Quran di Maladewa merupakan hal yang menggembirakan, karena penghafalan Al-Quran oleh generasi muda berperan penting dalam mencerahkan masa depan Islam di Maladewa.
Menteri Urusan Islam Maladewa menyatakan bahwa sejauh ini, jumlah penghafal Al-Quran di Maladewa telah mencapai 322 orang. Insya Allah, pada bulan Ramadhan mendatang, sejumlah besar penghafal diperkirakan akan menyelesaikan hafalan mereka.
Dr. Mohamed Shaheem menyatakan bahwa pemerintah sangat mengutamakan peningkatan jumlah penghafal Al-Quran, dengan target mencapai 500 orang pada periode ini.
Menteri dari Maladewa tersebut juga menyebutkan bahwa Presiden Dr. Mohamed Muizzu telah menaikkan tunjangan pemerintah bagi para penghafal sebagai bentuk dorongan bagi mereka.
Dr. Mohamed Shaheem juga mengatakan bahwa proyek hafalan Al-Quran telah diperluas.
Ia menyatakan bahwa hingga saat ini, lebih dari 2.000 siswa di seluruh Maladewa sedang menghafal Al-Quran, dengan jumlah siswa terbanyak belajar di pusat Alquran al-Karim dan Institute of Science.
Sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk menyebarluaskan pengetahuan Al-Quran ke seluruh pulau di Maladewa, cabang-cabang Pusat Al-Quran telah didaftarkan dan mulai beroperasi di 30 pulau. Upaya pendaftaran untuk 20 lokasi tambahan saat ini sedang dilakukan.
Dr. Mohamed Shaheem menjelaskan bahwa di cabang-cabang Pusat Al-Quran yang beroperasi di pulau-pulau tersebut, tanggung jawab mengajarkan Al-Quran juga telah ditambahkan ke dalam uraian tugas para imam jamaah. (HRY)