IQNA - Pemerintah Indonesia berencana menyoroti peran imam masjid sebagai diplomat yang menyampaikan pesan perdamaian kepada dunia dengan menyelenggarakan "International Grand Imams Conference (IGIC)" pada akhir bulan ini.
Menurut Iqna melansir Antara News, Menteri Agama Indonesia Nasaruddin Omar pada hari Selasa mengatakan bahwa imam masjid dapat berperan sebagai pelaku diplomasi global yang menyampaikan pesan perdamaian dari Indonesia kepada masyarakat internasional.
Menurut Menag Nasaruddin Umar, imam jamaah hendaknya melampaui tugas-tugas yang semata-mata bersifat keagamaan dan turut berperan sebagai duta perdamaian dalam ranah sosial.
Ia menegaskan bahwa imam jamaah merupakan pemimpin moral, pendidikan, dan sosial di tengah masyarakat, serta harus mencerminkan nilai-nilai Islam di hadapan umat dan dunia.
“Penguatan kapasitas imam shalat berjamaah merupakan kebutuhan mendesak; selain memiliki pengetahuan agama, mereka diharapkan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, keterampilan komunikasi yang efektif, kepedulian sosial, serta perspektif global,” tambahnya.
Menteri Agama RI menyatakan, masjid, sebagai tempat publik yang paling mudah diakses, dapat mentransformasikan nilai-nilai Islam menjadi kekuatan nyata untuk mempererat persaudaraan, toleransi, kepedulian sosial, dan semangat nasionalisme.
Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia Anis Matta juga mengumumkan dukungan Kementerian Luar Negeri terhadap penyelenggaraan International Grand Imams Conference.
“Isu Palestina juga telah ditetapkan sebagai salah satu topik pembahasan utama dalam konferensi tersebut,” ujarnya.
Anis Matta juga berharap agar, selain dari negara-negara Islam, umat Muslim dari Belgia, Australia, Kroasia, dan Uzbekistan juga mengirimkan perwakilan ke acara tersebut guna mendiversifikasi latar belakang peserta.
Konferensi ini akan diselenggarakan dalam dua tahap: Tahap pertama di Jakarta pada 25-26 September dan tahap kedua di Palembang, Sumatra Selatan, pada 27-28 September. Sebelumnya, rangkaian kegiatan persiapan telah dilaksanakan di Makassar, Samarinda, Surabaya, dan Bandung. (HRY)