IQNA

17:05 - September 14, 2026
Berita ID: 3484199

Nasihat Menteri Agama RI kepada Para Penggiat Al-Quran

IQNA - Menteri Agama Indonesia menegaskan bahwa ajaran Al-Quran hendaknya menjadi landasan bagi perilaku masyarakat maupun pengambilan keputusan para politisi; lebih jauh lagi, mereka yang sangat memahami Al-Quran semestinya menjadi sosok yang paling dapat dipercaya dan berintegritas tinggi dalam pekerjaannya, serta -yang terpenting- harus menjauhi korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.

Menteri Agama

Menurut Iqna melansir VOI, Menteri Agama Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, menyatakan dalam acara pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-31 -yang saat ini sedang berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah- bahwa Al-Quran diturunkan untuk dibaca, dipahami, dan direnungkan secara mendalam.

Ia menuturkan bahwa dalam lingkup keluarga, pola pikir yang berlandaskan Al-Quran tercermin melalui rasa cinta dan kasih sayang, rasa tanggung jawab, musyawarah dan pertimbangan yang bijak, serta kemampuan untuk saling menjaga kehormatan satu sama lain.

“Segala bentuk kekerasan, penghinaan, ataupun tindakan sewenang-wenang tidak dapat dibenarkan atas nama agama,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa perspektif Al-Quran -yang tercermin dalam sikap amanah, disiplin, profesionalisme, dan pemberian layanan yang adil- juga harus nyata terlihat di lingkungan kerja maupun dalam tata kelola administrasi. Al-Quran tidak boleh hanya diperdengarkan pada acara pembukaan semata; pengaruhnya tidak boleh hilang saat kita mengelola anggaran, menjalankan wewenang, memberikan layanan, ataupun mengambil keputusan.

Menurutnya, mereka yang sangat akrab dengan Al-Quran haruslah menjadi pribadi yang paling tepercaya dan berkomitmen dalam pekerjaannya, serta -lebih dari siapa pun- harus menjauhi korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.

“Pada tingkat masyarakat, perspektif Qurani ini diwujudkan melalui saling pengertian, kerja sama, dan penjelasan,” lanjutnya.

MTQ Nasional ke-31 diselenggarakan pada tanggal 11 - 20 September 2026, dengan berbagai rangkaian acara yang berlangsung di 12 lokasi berbeda di seluruh Kota Semarang.

Sebanyak 2.242 peserta -yang terdiri dari 1.751 peserta utama dan 491 peserta cadangan- akan berkompetisi dalam delapan cabang, 24 kelompok lomba, dan 48 kategori yang berbeda. (HRY)

 

4375624

Kunci-kunci: Menteri ، agama ، RI ، Alquran 
captcha