IQNA

7:45 - September 16, 2026
Berita ID: 3484208

Madrasah 500 Tahun Mir-i Arab Simbol Perkembangan Keagamaan di Asia Tengah

IQNA - Madrasah Mir-i Arab—yang juga terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO—telah memainkan peran penting selama hampir lima abad sejarahnya dalam pengembangan budaya Islam di wilayah sekitarnya, yang mencakup Asia Tengah, Rusia, Kaukasus, dan Azerbaijan.

Madrasah 500 tahun

Menurut Iqna, banyak mufti terkemuka Rusia yang lahir pada era Soviet menempuh pendidikan agama mereka di Madrasah Mir-i Arab. Terlepas dari reputasi dan sejarah panjang sekolah tersebut, alasan utamanya adalah karena madrasah ini memiliki izin operasional resmi dari pemerintah Soviet, menjadikannya salah satu dari sedikit pusat keagamaan yang diizinkan untuk kegiatan umat Muslim di negara tersebut.

Madrasah ini dinamai menurut nama Sayyid Abdullah Yamani -seorang tokoh asal Yaman- yang lebih dikenal dengan sebutan Mir-i Arab (Emir bangsa Arab).

Atas prakarsanya, pembangunan madrasah dimulai di sisi timur Masjid Kalyan pada tahun 1530 (936 H). Mir-i Arab wafat sebelum bangunan tersebut rampung; sesuai dengan wasiatnya, menantunya, Syekh Zakariya, menyelesaikan pembangunan tersebut pada tahun 1536 (942 H).

Institusi pendidikan ini tampil beda dibandingkan sekolah-sekolah lain berkat dua kubah birunya yang kembar, dengan pintu masuk yang terletak di sisi barat. Masjid berada di bawah kubah sebelah kanan dan makam di bawah kubah sebelah kiri; bagian dalam sekolah ini pun dirancang dengan indah. Empat lengkungan besar memisahkan berbagai ruangan yang dihiasi dengan ornamen berbentuk bintang.

Naskah-naskah dan buku-buku cetak litografi yang tersimpan di perpustakaan sekolah ini dianggap sebagai bagian dari warisan budaya dan spiritual situs tersebut.

Madrasah dua lantai ini -yang memiliki 114 ruangan, sesuai dengan jumlah surah dalam Al-Quran- terkenal di seluruh dunia Islam; bangunan ini memainkan peran penting dalam perkembangan agama dan budaya Islam, serta berfungsi tidak hanya sebagai tengara arsitektur tetapi juga sebagai pusat pendidikan.

Gaya arsitektur Madrasah Mir-i Arab—yang dicirikan oleh nuansa warna biru tua, seni ubin yang rumit, dan pola geometris yang memukau—dipengaruhi secara langsung oleh gaya arsitektur Persia (khususnya dari era Timuriyah dan Safawiyah).

Madrasah Mir-i Arab dianggap sebagai bagian dari warisan sejarah Kota Tua Bukhara, yang juga terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. (HRY)

 

4375650

Kunci-kunci: Madrasah ، Berusia 500 Tahun ، Simbol ، keagamaan
captcha