IQNA

Menciptakan Masyarakat Islam Merupakan Tujuan Jangka Menengah Demi Terciptanya Kesempurnaan Spiritual Insani

15:54 - June 11, 2008
Berita ID: 1659443
Imam Ali Khamenei: Menciptakan Masyarakat Islami dengan sistem keadilan merupakan tujuan jangka menengah demi terciptanya kesempurnaan spiritual manusia yang merupakan upaya terealisasinya tujuan pengutusan para nabi
Iqna: Pemimpin spiritual tertinggi Republik Islam Iran, Imam Ali Khamenei dalam taushiyahnya di hadapan anggota parlemen terpilih priode ke delapan menyampaikan hal itu dan menambagkan, bahwa sistem kerakyatan religius itu berdiri di atas wilayah (otoritas) Tuhan. Ayatullah Khamenei menekankan akan pentingnya tugas dan kewajiban anggota parlemen dalam rangka menyusun undang-undang serta mengawal pelaksanaannya dan keharmonisan kerjasama dengan dua lembaga negara lainnya; yudikatif dan eksekutif. Menurutnya anggota parlemen haruslah benar-benar merakyat. Penghambaan kepada Allah dan memahami tugas dan tanggungjawab di hadapan Allah SWT adalah faktor terpenting dalam semua masalah, tegasnya Karena itu jika semua petinggi negara memiliki dua hal diatas, maka semua perbedaan pandangan dan perselisihan akan bisa diselesaikan dalam suasana tenang dan logis, tambahnya. Imam Ali Khamenei dalam kesempatan itu menegaskan, bahwa kesempurnaan spiritual setiap individu masyarakat merupakan tujuan final pendirian Republik Islam Iran. Karenanya menciptakan masyarakat Islami dengan sistem keadilan merupakan tujuan jangka menengah demi terciptanya kesempurnaan spiritual manusia tersebut. Dan tujuan itu merupakan tujuan pengutusa para Nabi as, tambahnya. Menurut beliau, untuk mendapatkan kerelaan Allah dibutuhkan pelaksanaan tugas (taklif) dengan benar, berani dan tegas namun dengan kelembutan hati. dan tentu itu adalah sebuah tugas yang berat, khususnya di saat dibutuhkan ketegasan dalam pembuatan undang-undang yang sensitif dan berdampak langsung pada negara dan bangsa. Dalam kesempatan itu Ayatullah juga menegaskan, bahwa pemikiran Imam Khomeini dengan menjadikan Kerakyatan (Republik) Islam sebagai sebuah sistem menggantikan rezim yang diktator dan tiran adalah sebuah pemikiran yang bernilai tinggi dan sangat berharga untuk menegakkan keadilan, kehormatan manusia dan ketinggian spiritualitas. Sistem kerakyatan yang beridir di atas sistem religius merupakan wilayah Allah yang diberikan kepada para pakar hukum dan undang-undang yang teridentifikasi dengan pemilu. sungguh-sungguh ini merupakan sistem kerakyatan yang berdiri diatas dasar-dasar religius. Kemudian beliau juga membandingkan apa yang terjadi di Iran dengan sistem demokrasi yang berlaku di tempat lain. 259734
captcha