IQNA

19:41 - September 08, 2019
Berita ID: 3473422
KASHMIR (IQNA) - Pasukan India kemarin menghentikan salat Jumat di masjid-masjid Kashmir dan melarang kelompok-kelompok berkabung di lembah Kashmir.

Menurut laporan IQNA dilansir dari surat kabar thenews.com, pembatasan pemerintah India di Jammu dan Kashmir, yang dilaksanakan setelah penghapusan otonomi wilayah tersebut semakin meningkat pada setiap Jumat.

Pemerintah India tidak mengizinkan salat Jumat dan pawai bulan Muharram, karena khawatir bahwa setiap pertemuan di masjid dan tempat ziarah dapat menyebabkan unjuk rasa.

Pembatasan ketat pemerintah India di banyak wilayah Kashmir lambat laun semakin berkurang, tetapi sejak bulan lalu sejumlah masjid tidak diizinkan untuk pelaksanaan salat Jumat. Sejumlah sekolah Kashmir juga ditutup, dan orang tua siswa tidak mengizinkan anak-anak mereka menghadiri kelas karena masalah keamanan.

Di sisi lain, pemerintah India telah menekan media-media Kashmir sehingga membuat berita tentang peristiwa di wilayah ini kurang dapat diakses oleh dunia. Menurut laporan, sejumlah wartawan tunduk pada pengawasan polisi, interogasi informal dan perilaku kekerasan jika ada publikasi laporan dari daerah tersebut.

Menurut beberapa laporan media, 500 protes telah terjadi di Kashmir sejak 5 Agustus dan 4.000 orang telah ditangkap. Demikian juga dikatakan bahwa lima warga sipil terbunuh dalam protes tersebut.

 

http://iqna.ir/fa/news/3840515

Nama:
Email:
* Komentar Anda: