IQNA

14:37 - August 18, 2019
Berita ID: 3473365
YAMAN (IQNA) - Gerakan Ansarullah Yaman kemarin, Sabtu (17/8) mengumumkan serangan pesawat tak berawak terbesar di ladang minyak dan kilang Al-Sheba yang berafiliasi dengan perusahaan Aramco di timur Arab Saudi dan perbatasan UEA.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Sputniknews.com, Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Yahya Sari mengatakan dalam sebuah pernyataan: Angkatan Udara Ansarullah melakukan operasi drone terbesar ke Arab Saudi, Sabtu dengan 10 drone ofensif.

Dia menambahkan, operasi itu dilakukan dalam konteks Operasi Penangkal No 1, di mana ladang minyak dan kilang Al-Sheba yang berafiliasi dengan perusahaan Aramco di timur Arab Saudi diserang.

“Ladang minyak Al-Sheba adalah ladang minyak strategis terbesar di Arab Saudi, dengan lebih dari satu miliar barel minyak,” tegasnya.

Dia lebih jauh mengancam rezim Saudi dan pasukan invasi Koalisi Arab bahwa, jika agresi terus berlanjut terhadap negara Yaman, operasi yang lebih besar dan lebih luas akan dilakukan oleh Ansarullah.

Tentara Yaman dan Ansarullah telah meluncurkan serangan drone dan rudal besar-besaran ke tanah Arab Saudi dalam beberapa bulan terakhir. Meskipun ada serangan drone sebelumnya, tetapi tingkat dan cakupan serangan ini adalah perkembangan baru dalam perang Yaman.

Pesawat tanpa awak Yaman terbang untuk pertama kalinya pada 14 Mei ke kedalaman 850 kilometer Arab Saudi, dan menargetkan jaringan pipa minyak timur-barat strategis Arab Saudi.

Serangan itu dianggap sebagai perubahan strategis dalam perang, sehingga Saudi mengundang para pemimpin Arab untuk mengadakan pertemuan di Mekah, dan pemerintah Riyadh juga mengangkat masalah tersebut kepada Dewan Keamanan PBB.

Pada 1 Agustus, Brigadir Jenderal Yahya Sri mengumumkan kepada media: "Kami menargetkan sasaran militer penting di al-Dammam dengan rudal balistik jarak jauh. Sekali lagi, kami menghimbau perusahaan-perusahaan asing di Arab Saudi untuk menjauh dari tujuan vital militer.

Al-Dammam terletak pada kedalaman 1500 kilometer tanah Arab Saudi. Drone pertahanan udara Saudi yang dibeli dari AS dapat merespons serangan-serangan tersebut.

Bandara Abha dan Pangkalan Udara Malik Khalid dan Bandara Najran juga sesekali menjadi sasaran serangan rudal dan drone Yaman.

 

http://iqna.ir/fa/news/3835539

Nama:
Email:
* Komentar Anda: