Menurut laporan IQNA, menukil dari website Aljazira, Zainul Abidin Binali, mantan diktator Tunisia pernah dengan sengaja melakukan pembantaian masal para demonstran yang menuntut revolusi di pusat dan barat negeri itu.
Pengadilan kota Alkaf Tunisia dituntut untuk menjatuhkan hukuman mati atasnya karena kejahatan tersebut.
Ini adalah pertama kalinya pengadilan Tunisia menyodorkan hukuman mati untuk Binali.
Tuntutan itu dilontarkan sesaat setelah Nuruddin Albahiri, menteri kehakiman Tunisia menyatakan bahwa keberadaan Binali di Saudi Arabia adalah bahaya besar intuk negara ini, khususnya di pengasingan Binali ia selalu berhubungan dengan jaringan-jaringan rahasia dan mendapatkan bantuan dari mereka.
Hamadi Jibali, perdana menteri Tunisia beberapa minggu lalu berkunjung ke Riyadh dan bertemu dengan beberapa pejabat Saudi yang di antaranya adalah Malik Abdullah bin Abdul Aziz, raja Saudi, dan menyatakan bahwa urusan Binali akan berlangsung sesuai undang-undang dan peraturan Tunisia. Namun hingga saat ini Riyadh sama sekali tidak menganggap tuntutan Tunisia terkait dipulangkannya Binali.
1016126