IQNA

TEHERAN (IQNA) - Sejak subuh hari pertama Rabiul Awal, warga Saudi bisa melaksanakan salat di Masjidil Haram bersamaan dengan peningkatan kapasitas jemaah umrah hingga 75%. Tujuh bulan setelah penangguhan ziarah dan salat di Masjidil Haram akibat penyebaran Covid-19, pintu-pintu masjid muslim terbesar itu dibuka kembali. Menurut Kementerian Haji dan Umrah Saudi, 4.000 pekerja mencuci dan mendisinfeksi Masjidil Haram 10 kali sehari, dan sekitar 4.500 liter disinfektan digunakan untuk membersihkan dan mendisinfeksi karpet, permukaan, dan tangan-tangan para jemaah.

\