Menurut IQNA; Menukil situs berita "ilkha", Kompetisi Internasional Pembacaan dan Hafalan Aquran ke-11 Turki dimulai pada hari Senin, 20 April 2026, bertepatan dengan tanggal 31 Farvardin, di Diyarbakir dengan partisipasi 44 peserta dari 36 negara.
Program tersebut diadakan di aula pertemuan kompleks "Salahuddin Ayubi", yang terletak di distrik Yenişehir di pusat Diyarbakir. Sejumlah besar tamu, bersama dengan para penghafal dan peserta dari berbagai negara, menghadiri acara tersebut.
Kompetisi ini diikuti oleh 44 peserta dari 36 negara, termasuk Mesir, Rusia, Iran, Tajikistan, Denmark, Malaysia, Selandia Baru, dan Palestina. 12 peserta akan berkompetisi dalam kategori pembacaan Alquran dan 32 peserta dalam kategori hafalan.
Acara tersebut dihadiri oleh Mufti Diyarbakir Celal Büyük; Osman İşin Yürek, Ketua Komite Alquran dan Tilawah di Pusat Urusan Agama Turki; Mustafa Şentop, Ketua Parlemen Turki ke-29; Hafiz Osman Şahin, Wakil Ketua Urusan Agama; Sayit Yaz, perwakilan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) Diyarbakir, dan para pejabat lainnya.
Selama kompetisi ini, acara "Perjalanan-perjalanan Alquran" akan diadakan di empat wilayah pusat serta di beberapa daerah terpencil, dan para tamu diharapkan untuk menghadiri acara-acara ini.
Di sisi lain, dilaporkan bahwa upacara penghargaan kompetisi akan diadakan di Ankara, di Kompleks Kepresidenan, dengan kehadiran Presiden Recep Tayyip Erdogan, pada tanggal 29 April pukul 14.00 waktu Ankara.
Mustafa Şentop, Ketua Parlemen Turki ke-29, dalam pidatonya menekankan pentingnya menghafal Alquran.
Ia menunjuk pada fakta bahwa hampir setiap keluarga memiliki setidaknya satu orang yang menghafal Alquran, dan berkata: "Menghafal Alquran adalah suatu kedudukan yang mulia dan terhormat."
Begitu juga Hafez Osman Shahin, Wakil Kepala Bidang Agama, mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara dan menekankan: "Membaca, menghafal, dan mendengarkan Alquran adalah sebuah ibadah, dan hidup sesuai dengan ajarannya adalah tujuan utama." Beliau menekankan pentingnya menerapkan Alquran dalam kehidupan.
Di sisi lain, Gubernur Diyarbakir Murat Zuluoglu, menekankan pentingnya sejarah dan keagamaan kota tersebut, menyatakan: "Diyarbakir adalah salah satu simbol Islam terpenting di wilayah ini, karena menyimpan warisan para sahabat Nabi Muhammad SAW dan merupakan pusat spiritual yang vital bagi Anatolia. Kota ini menyelenggarakan acara yang mencerminkan persaudaraan dan nilai-nilai bersama."
4347832