IQNA

Seorang Aktivis HAM:
9:31 - February 14, 2016
Berita ID: 3470153
BAHRAIN (IQNA) - Brian Daly, aktivis HAM Irlandia dan direktur program pembela HAM organisasi Human Rights First menegaskan, pemerintah Barack Obama gagal mendukung hak-hak kelompok revolusioner Bahrain.

Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari Manama Post, kongres Amerika, Kamis (11/2) bertepatan dengan hari revolusi 14 Februari kelima Bahrain, menyelenggarakan konferensi dengan topik Bahrain: Represi dan konsekuensinya dalam realisasi rekonsiliasi.

Brian Daly, lewat pidatonya dalam konferensi tersebut dengan mengisyaratkan bahwa Amerika telah mengambil kebijakan bungkam atas insiden-insiden Bahrain mengatakan, pemerintah Obama telah gagal dalam membela hak-hak para demonstran dan para revolusioner Bahrain.

Lebih lanjut, dia meminta duta Amerika di Manama untuk bertemu dengan para tawanan politik di penjara-penjara Bahrain. "Amerika membutuhkan metode dan pendekatan baru untuk berinteraksi dengan pemerintah-pemerintah tertindas, seperti Bahrain,” ungkapnya.

Dalam konferensi ini yang diselenggarakan dengan prakarsa Organisasi Amerika untuk Demokrasi dan HAM di Bahrain, mengkaji penindasan para revolusioner dalam lima tahun terakhir di Bahrain dan efek aksi-aksi penindasan ini dalam menghilangkan kesempatan-kesempatan rekonsiliasi.

Kongres menyelenggarakan konferensi tersebut, dimana Amerika dengan kekuatan mendukung penindasan para revolusioner di Bahrain dan Washington senantiasa dengan kerjasama Riyadh dan Doha berupaya menayangkan secara terbatas dan tidak seberapa demo-demo masyarakat Bahrain.

Demikian juga, informasi-informasi yang ada mengabarkan bahwa Amerika memberikan sebagian bantuan militer untuk menindas para demonstran Bahrain kepada Manama; sementara Amerika mengklaim telah berkonsultasi dengan pemerintah Bahrain untuk partisipasi para oposisi dalam urusan pemerintah.

http://iqna.ir/fa/news/3474966

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\