IQNA

Hujjatul Islam Qaraati: Alquran Pembela Keteraniayaan terhadap Para Putri; Kejahatan Minab Tidak Akan Dibiarkan Begitu Saja

16:00 - March 04, 2026
Berita ID: 3483453
IQNA - Menanggapi serangan Amerika yang kriminal dan rezim Zionis terhadap negara dan Sekolah Dasar Putri Shajara Tayyiba di Minab serta gugurnya sekelompok siswi, kepala Setad Eqame Namaz (Pusat Pelaksanaan/Penyelenggaraan Shalat) menekankan kedudukan tinggi perempuan dalam logika Alquran dan menganggap kejahatan ini sebagai tanda kekejaman musuh-musuh Islam, dengan mengatakan: "Allah sendirilah yang menyerukan berkabung bagi perempuan yang tertindas, dan darah para syuhada ini tidak akan sia-sia."

Menurut Iqna, Hujjatul Islam wal Muslimin Mohsen Qaraati, kepala Setad Eqame Namaz, dalam pidatonya yang merujuk pada serangan rezim Zionis terhadap Sekolah Dasar Putri Shajarah Tayyiba di Minab beberapa malam lalu, yang mengakibatkan gugurnya sekelompok siswi, menyatakan: "Kita adalah pengajar Alquran dan kita harus berbicara dengan logika Alquran. Alquran sangat memperhatikan martabat manusia, terutama perempuan, sehingga bahkan mengecam penguburan perempuan hidup-hidup di era Jahiliyah dan mengatakan: "Karena dosa apa mereka dibunuh?"

“Pada masa ketika beberapa gadis dikubur hidup-hidup, Tuhan membela penindasan mereka dengan nada yang menghancurkan. Hari ini, ketika putri-putri kecil menjadi sasaran pemboman di sebuah sekolah dasar dan menjadi syahid, ini adalah penindasan yang sama yang melukai hati nurani orang-orang yang telah terbangun,” imbuhnya.

Kepala Setad Eqame Namaz melanjutkan: “Kesyahidan para siswi ini adalah bukti lain dari wajah sebenarnya musuh-musuh Islam. Darah gadis-gadis tak berdosa ini adalah seruan melawan penindasan dan kejahatan. Tuhan sendiri adalah saksi atas penindasan ini dan telah berjanji bahwa dunia pada akhirnya akan dipenuhi dengan keadilan”.

Dia menyatakan: "Mengapa mereka yang berbicara tentang hak asasi manusia tetap bungkam menghadapi kesyahidan gadis-gadis yang tidak berdosa ini?" (HRY).

4338013

captcha