IQNA

5:10 - July 07, 2012
Berita ID: 2362101

Seorang analis politik Bahrain: Revolusi Bahrain bukan revolusi Syiah semata

Tim Internasional: Seorang aktifis dan analis politik Bahrain berkata: "Para penentang rezim zalim Al-Khalifa sejak awal bukanlah kaum Syiah saja, namun semuanya, mencakup Ahlu Sunah pula. Oleh karena itu tidak benar jika revolusi Bahrain dianggap gerakan Syiah."

Ibrahim Madhun seorang aktifis dan analis politik Bahrain yang turut hadir dalam Konfrensi Internasional Mahdawiyat di Tehran mengatakan: "Revolusi Bahrain adalah salah satu fenomena terpenting sejarah yang mana rakyat negeri itu sedang berjuang menuntut perubahan dan kebaikan bagi mereka; dan usaha itu takkan berhenti begitu saja." Ia menambahkan: "Perjuangan revolusi yang telah dimulai sejak 14 Februari 2011 hingga kini telah melewati segala fase dan rintangan berat. Namun bagaimanapun juga rezim Al-Khalifa harus faham bahwa Bahrain tidak mungkin kembali ke masa lalunya." Ibrahim Madhun menegaskan bahwa revolusi Bahrain adalah revolusi seluruh rakyat, bukan kelompok tertentu. Ia menyatakan: "Para penentang rezim zalim Al-Khalifa sejak awal bukanlah kaum Syiah saja, namun semuanya, mencakup Ahlu Sunah pula. Oleh karena itu tidak benar jika revolusi Bahrain dianggap gerakan Syiah." Konfrensi Internasional Doktrin Mahdawiyat digelar di Gedung Pertemuan Stasiun Televesi Negeri Tehran pada tanggal 5 Juli kemarin bertepatan dengan hari kelahiran Imam Mahdi as dan dihadiri oleh para tamu dari Iran dan 18 negara lainnya. 1045762
captcha