Imam Ali Khamenei dalam pertemuannya dengan PM Irak, Nuri Al Maliki mengatakan, bahwa persatuan antara Sunni, Syiah, Kurdi dan Arab di Irak adalah sebuah fardhu ain dan semua harus mendukung dan menguatkan Kesatuan Irak di bawah kepemimpinan Pemerintahan Al Maliki
Iqna: Hari Jumat sore, kemarin Imam Ali Khamenei dalam pertemuannya dengan PM Irak dan rombongan yang menemaninya menegaskan hal itu dan menambahkan, bahwa problem utama di Irak saat ini adalah kehadiran para negara penjajah dan Iran selalu berharap segera terealisasi sebuah negara Irak yang independen.
Menurut beliau pemeritahan Irak saat ini adalah sebuah pemerintahan yang berdiri di atas aspirasi rakyat, karenanya haruslah didukung dengan sempurna.
Dalam pertemuan yang dilakukan di kota Masyhad itu, pemimpin spiritual tertinggi Iran menyampaikan aspirasinya atas keinginan bulat PM Irak dan para petinggi negara untuk menyelesaikan berbagai problema dan ancaman yang dihadapi.
Beliau juga menambahkan, bahwa Irak memiliki kekayaan alam yang luar biasa yang dapat dimanfaatkan demi kepentingan dan kesejahteraan rakyat Irak.
Dalam taushiyahnya beliau menganggap, bahwa masalah yang paling krusial saat ini di Irak adalah persatuan dan persaudaraan yang harus dipupuk sedemikian rupa sehingga tidak ada perselisihan sekecil apapun antara berbagai kelompok dan suku, baik Sunni, Syiah, Kurdi dan Arab dan berupaya untuk menciptakan kerjasama yang baik diantara mereka di bawah kepemimpinan PM Al Maliki adalah sebuiah fardhu ain bagi semua pihak di Irak.
Imam Ali Khamenei juga menyebutkan, bahwa tangan-tangan Amerika baik melalui kedutaannya di Baghdad atau spionasenya CIA dan Mossad banyak memiliki andil untuk menciptakan ketidakamanan dan unstabilitas politik di Irak.
Selain persatuan rakyat beliau juga menganggap kepemimpinan spiritual yakni Marjaiyyah memegang peran penting dalam memberikan kesadaran politik bagi rakyat umum, khususnya Ayatullah Sistani. sungguh sikap dan fatwa-fatwa beliau telah memberikan kontribusi yang besar bagi nasib dan masa depan Irak.
Beliau juga menyebutkan, bahwa masa depan Irak adalah masa depan yang cemerlang dan Republik Islam Iran selalu memiliki optimisme besar untuk itu, sebagaimana sebaliknya hari demi hari kita menyaksikan kekalahan dan kegagalan para musuh rakyat Irak.
Al maliki sendiri menyebutkan, bahwa pertemuan beliau kali ini adalah pertemuan bersejarah dan menegaskan, bahwa semua petinggi Irak selalu berusaha untuk menjadikan negara Irak sebagai negara yang berjaya dan independen serta menyelesaikan berbagai problema yang dihadapi saat ini dengan bermodalkan kekayaan material dan spiritual yang dimiliki.
153307