Iqna: Rekomendasi yang dikeluarkan oleh Asosiasi internasinol Ahlul Bayt yang juga dikenal dengan nama Majma' Ahlul Bayt as itu adalah sebagai berikut:
Bismillahirrahmanirrahim
Pada hari-hari mulia bulan Sya'ban, Milad Imam Husein, Imam Ali Zainal Abidin dan putranya Imam Mahdi af serta Abul Fadhl Abbas bin Ali bin Abi Thalib sebuah konfrensi telah diselenggarakan di Tehran dengan dihadiri oleh para ulama dan intelektual muslim yang mewakili 100 negara dunia.
Para peserta juga telah mendapatkan kemuliaan dengan melakukan sowan pada YM Imam Ali Khamenei dan mendapatkan taushiyah dari beliau.
Dalam pertemuan itu beliau menegaskan tentang perlunya mengenal apa yang diajarkan oleh Rasulullah, pembawa petunjuk bagi seluruh. Dan mengajarkan ajaran beliau itu bukanlah berati dengan menciptakan perpecahan dan perselisihan, namun dengan menjadikan Ahlul Bayt as sebagai poros untuk menyatukan umat Islam dan menjadikannya berada dalam satu barisan.
Para peserta juga telah mendapatkan pencerahan dari para ulama dan tokoh Islam dunia termasuk Sekjend Majma' tentang berbagai tantangan dan kebijakan dunia dakwah di dunia Islam.
Para peserta juga mendapatkan pelajaran penting dari kehidupan Imam Ali Zainal Abidin as dan penerapannya dalam dunia dakwah kekinian yang dibahas lebih rinci dalam lima komisi; sosial, ekonomi, politik, hukum dan perempuan.
Para peserta komisi memberikan penekanan pada poin-poin berikut:
1. Karena Ahlul Bayt sebagai simbol ajaran Islam yang sejati dan para peserta telah banyak belajar dari sabda-sabda dan kehidupan mereka yang merupakan gambaran Islam yang konprehensif, maka perlu mendapatkan konsentrasi yang lebih untuk mengajarkan dan menyebarkan ajaran mereka.
2. Dirasakan perlunya meningkatkan budaya, politik, hukum dan sosial umat Islam secara umum dan pengikut Ahlul bayt khususnya dengan cara menghimpun kekuatan dengan berpegang teguh pada nilai-nilai yang mereka ajarkan dalam rangka menyelesaikan problema kaum muslimin.
3. Persatuan dan kesatuan kaum muslimin adalah sebuah keniscayaan dalam rangka menghadapi ancaman, kependudukan, globalisasi, sekularisasi dan perang budaya serta tantangan-tantagan lain dunia Islam seperti kemiskinan, kebodohan, kesehatan. Karenanya sangat ditekankan adanya kerja bahu membahu dan bergandengan tangan dengan seluruh kaum muslimin menghadapi berbagai ancaman dan kebijakan imprealisme, zionisme dan wahhabi untuk menghancurkan situs-situs bersejarah dan suci. dan para peserta mengutuk setiap tindakan yang merusak tersebut, khususnya yang mereka lakukan pada kuburan suci imam Ali Hadi dan Imam Hasan Askari as.
4. Mendukung setiap pergerakan Islam khususnya di Lebanon melawan zionisme dan imprealisme internasional yang akan menjadi lokomotif untuk keberhasilan pergerakan Islam di Irak, palestina, Afghanistan dan lainnya serta memohon dari Allah SWT untuk memberikan kemenangan akhir kepada umat Islam.
5. Memahami secara sempurna bahwa kebangkitan kaum muslimin di Lebanon, palestina dan tempat lain adalah salah satu berkah dari revolusi yang dipimpin oleh Alm. Imam Khomeini, karena ia membawa Islam yang komprehensif dan merupakan satu-satu jalan dan pedoman kehidupan baik material dan spiritual serta merupakan ajaran yang selalu menekankan persatuan dan kesatuan umat Islam.
6. Mengakui hak setiap bangsa untuk mengembangkan tekhnologi nuklir dan mendukung program pengembangan nuklir Iran demi tujuan damai.
7. Menyeru seluruh rakyat dan negara di dunia menegakkan HAM di atas nilai-nilai keadilan dan melawan kedhaliman serta diskriminasi, sebagaimana mengajak untuk menjalin kerjasama dan memupuk rasa persaudaraan dengan dasar keadilan dan sikap konsekuen di antara seluruh kelompok dan aliran.
8. Mengutuk politik Amerika dan Zionisme Israel yang membunuh rakyat tak berdosa dan mengancam keamanan di Palestina, Irak dan Lebanon serta menyeru kepada seluruh organisasi internasional untuk menggunakan kekuatannya mengambil sikap yang tegas dan semestinya di atas nilai-nilai keadilan.
9. Menuntut dibebaskannya para tawanan muslim yang tak berdosa di penjara-penjara imprealisme internsional, khususnya Israel. sebagaimana menuntut untuk memperjelas nasibImam Musa Shadr dan beberapa orang diplomat Iran yang diculik oleh para penjajah Israel.
10. Mengutuk segala tindakan yang merupakan bagian dari konspirasi dan serangan politik serta perang urat saraf ke atas kaum muslimin dengan melakukan pelecehan atas simbol-simbol suci agama diantaranya dengan pemberian gelar kehormatan kepada Salman Rusydi oleh Inggris serta mengajak kaum muslimin untuk sadar atas hal itu.
11. mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Republik Islam Iran, Majma' Ahlul Bayt dan Sekjend nya dan berjanji akan melaksanakan segala tausiyah Imam Ali Khamenei dan apa yang telah digariskan dalam setiap komisi.
12 Memohon dari Allah SWt agar memberikan rahmat dan ampunan-Nya kepada para syuhada, Imam Khomeini dan para ulama serta maraji' khususnya yang baru saja wafat serta menempatkan mereka di tempat yang tinggi.
157035