Sayyid Mohammad Husainiy, Jubir Kemlu Uran pada konfrensi Pers di saat menjawab pertanyaan wartawan Iqna tentang reaksi pemerintah Iran terhadap isi Khotbah Jumat di Mekkah yang memprovokasi timbulnya perselisihan dan perpecahan menjawab, bahwa kedutaan besar Republik Islam Iran di Riyadh telah melakukan lobi-lobi politik untuk memperjelas kedudukan para Imam Ahlul Bayt as dalam perspekif umat Syiah.
Beliau juga menjelaskan, bahwa kedutaan kita memiliki tanggungjawab untuk melakukan hal itu dengan para diplomat dan petinggi Saudi Arabia dalam rangka menghormati para peziarah kota Mekkah dan Madinah dari madzhab apapun mereka.
Husainiy juga menjawab pertanyaan seputar reaksi Iran atas upaya Amerika Serikat untuk memasukkan Pasukan Elit Garda Revolusi (Pasdaran) ke dalam list teroris, bahwa inilah yang menjadi sebab Amerika dimusuhi oleh banyak negara di dunia, karena mereka memperlakukan secara sewenang-wenang para tokoh dan lembaga yang terhormat dalam satu negara atau bangsa
Pasdaran adalah sebuah kelompok bersenjata yang sangat demokratis dan sesuai dengan konsep-konsep demokrasi dan konstitusiyang bekerja demi kepentingan bangsa dan keamanan negara. karenanya tuduhan-tuduhan yang mereka lancarkan adalah hal yangsudah biasa dan menjadi rutinitas tahunan menjelang tangga 11 September. tegasnya.
Husainiy menyeru orang-orang Amerika untuk mengetahui, bahwa Pasdaran itu adalah angkatan bersenjata yang sangat dicintai oleh rakyat Iran dan mempersoalkan mereka akan menambah kebencian orang Iran kepada Amerika.
Berkenaan dengan tuduhan campurtangan Iran dalam konflik berkepanjangan di Irak, Jubir Kemlu menegaskan, bahwa Iran selalu berupaya untuk menjalin persatuan dan kesatuan antar berbagai kelompok dan etnik di Irak.
Menurutnya, Republik Islam Iran dalam menjalin hubungan diplomatiknya dengan semua negara berdasarkan pada beberpa dasar berikut; adanya keseimbangan kerjasama, memperkuat kegiatan organisasi-organisasi kawasan, mempergunakan media diplomasi untuk menyampaikan sikap Republik Islam Iran pada waktu yang dibutuhkan, meningkatkan hubungan di sektor ekonomi khususnya di bidang pengembangan energi Nuklir dengan semua negara di dunia.
Pada kesempatan itu juga dijelaskan akan dilaksanakannya konfrensi negara-negara non blok tidak lama lagi dengan harapan dapat terjadi berbagai dialog antar peradaban dunia.
158822