IQNA

Memperingati Milad Imam Mahdi as adalah Pembaharuan Kesetiaan dan Loyalitas pada Nilai-nilai Pemerintahan Beliau

8:55 - August 30, 2007
Berita ID: 1576316
Penyelenggaraan konfrensi dan seminar dengan tema Doktrin Mahdiisme pada zaman seperti sekarang ini merupakan sebuah langkah untuk menyebarkan konsep menunggu ke seluruh penjuru dunia dan memperbaharui kesetiaan dan loyalitas pada nilai-nlai pemerintahan beliau
Ali Baqir Musa, seorang penulis dan intelektual muslim dari Saudi Arabia dalam wawancaranya dengan Iqna menyampaikan hal itu dan menambahkan bahwa pemahaman konsep menunggu dengan benar adalah sangat penting untuk dijelaskan dan merupakan sebuah bagian penting dari akidah Syiah yang juga ada dalam dalam beberapa madzhab dan ajaran agama lain. Mengingat jumlah Syiah di Saudi Arabia yang minoritas, beliau mengatakan, bahwa syiah hanya 10 % saja dari keseluruhan penduduk Saudi Arabia dan hanya di daerah Ihsa' dan Qathiyf. karenanya pada acara peringatan Milad Imam Mahdi setiap malam 15 Sya'ban jalan-jalan dihiasi dengan lampu-lampu dalam rangka mengekspresikan kecintaan mereka kepada Ahlul bayt dan Imam Mahdi as. Hal itu sangat beda dengan Republik Islam Iran yangmana pemerintah memberikan dukungan penuh atas acara peringatan, seminar dan sejenisnya yang semuanya itu insya Allah menjadi mukaddimah untuk kemunculan Imam Mahdi as. Menurut penulis dan peneliti masalah-masalah keagamaan berdarah Saudi ini kecintaan para pemuda muslim kepada Imam Zaman as akhir-akhir ini bertambah meningkat yang dapat kita saksikan dengan kehadiran mereka pada peringatang-peringatan milad dan konfrensi yang diadakan untuk hal itu dan pemahaman mereka tentang konsep menunggu itu semaki baik. Pemahaman yang meningkat dan membaik itu juga kita saksikan pada seluruh lapisan masyarakat dari para intelektual, budayawan dan bahkan masyarakat pekerja sekalipun, tambahnya. Musa juga menjelaskan, tentang perbedaan mendasar antara Globalisme barat dan globalisasi dunia di bawah pemerintahan Imam Mahdi, sebab globalisme barat adalah hegemoni para politikus dan ekonom barat untuk menguasai ekonomi dan politik dunia dengan kata lain penguasaan yang kuat atas yang lemah sementara pemerintahan yang satu di bawah kepemimpinan Imam Mahdi adalah dalam rangka menegakkan keadilan dan prinsip kesamaan di dunia dan menghilangkan driskriminasi, kefakiran dan orang-orang tertindas. Beliau menyinggung masalah kesamaan keyakinan akan adanya penegak keadilan di akhir zaman dalam semua agama, khususnya dalam Islam dan Kristen merupakan sebuah titik kesamaan yang membuktikan, bahwa seluruh manusia dengan berbagai perbedaan pemikirannya menginginkan tegaknya keadilan dan membenci ketidakadilan. Ditanya tentang tugas umat Syiah sebelum kehadiran Imam Mahdi, beliau menjawab, bahwa tugasnya sangatlah berat dan penuh tantangan, khususnya ulama mereka memiliki tugas yang lebih berat, yakni menyebarkan ajaran dan risalah ini serta mempraktekkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan dalam segala bidang; ekonomi, sosial dan lingkungan hidup dengan berpegang teguh pada apa yang telah diajarkan oleh Imam Zaman af. Selain itu, menurutnya upaya untuk terus menjalin persatuan dan kesatuan di antara para ulama Syiah dan kemudian antara para ulama kaum muslimin juga merupakan tugas berat yang harus terus dipikul bersama dan tidak boleh diabaikan. Ali Baqir Musa yang saat ini menjadi penulis aktif di sebuah majalah yang bernama "Nushush Mu'ashir" yang terbit di Saudi Arabia menilai pelaksanaan konfrensi Imam Mahdi kali ini lebih baik dari sebelumnya dalam isi dan muatan ceramah para peserta. 159785
captcha