IQNA

Maulana Jalaluddin Rumi Menggubah Ayat-ayat Al Quran dalam Syair Berbahasa Persia

3:22 - October 30, 2007
Berita ID: 1596474
Presiden Mahmud Ahmadi Nejad dalam peringatan Milad Maulana Jalaluddin Rumi yang ke 800 sambil menyebutkan syair yang dibawakan oleh Muhammad Husein Syahriyar mengatakan, bahwa Maulana telah menggubah ayat-ayat Al Quran dalam syair berbahasa Persia.
Iqna: Mahamud Ahmadi Nejad, Presiden Republik Islam Iran menyampaikan hal itu dalam ceramahnya pada acara peringatan HUT kelahiran Maulana Jalaluddin Rumi yang ke 800 di Tehran. Menurutnya cinta pada Allah sebagai sumber segala kehidupan, cinta kepada Nabi dan menjadikan budaya dan sastra Persia sebagai landasan syairnya adalah rahasia kesuksesan maulana dalam menuliskan bait-bait syair yang tetap abadi hingga saat ini, sebab bahasa Persia memiliki kekayaan yang sangat luar biasa yang dapat mengekspresikan keinginan fitrah sejati dan ilahi. Beliau juga menambahkan, bahwa perumpamaan dan contoh yang diberikan oleh Maulana dalam syair-syairnya begitu juga cerita dan kisah-kisah yang dinukilnya adalah factor lain yang menyebabkan beliau tetap dikenang dan tersohor. Selain itu semua menurut presiden, kita pun juga menyaksikan kecintaan Maulana kepada Ahlul Bayt as dalam syair-syairnya yangmana baginya sangatlah bernilai dimana kecintaan inilah yang berhasil melepaskan ketertikatan jiwa pada dunia dan tanah yang hina sehingga menjadi bebas terbang ke alam malakut melintasi batas ruang dan waktu. Pada awal ceramahnya Presiden menyebutkan, bahwa kehadirannya di acara tersebut adalah merupakan taufik Tuhan yang didorong oleh kecintaan dan konsentrasi pribadinya pada Maulana yang telah dimilikinya sejak waktu yang lama. Menurutnya berbicara tentang Maulana adalah susah dan pada saat yang sama mudah. Susah karena kita harus membicarakan sosok pribadi manusia yang memiliki konprehensifitas dalam banyak bidang namun mudah karena beliau sendiri telah memudahkan bagi kita semua pemahaman yang tinggi dan sulit dalam kata-kata yang mudah dan sederhana. Sosok pribadi seperti Maulawi dan hasil karyanya yang dikenal oleh dunia adalah sangat jarang. Saat ini beliau dan syair-syairnya berada dalam jiwa setiap insan mengenalnya dan sangat bermanfaat dalam memabangun diri dan generasi mendatang, tegasnya. Beliau juga menambahkan, bahwa Maulawi adalah sosok yang berhasil mengekspresikan kecintaannya kepada Tuhan dengan baik sehingga tidak ada cinta lain kecuali hanya untuk-Nya semata. Karenanya dunia dan masyarakat kita harus menelaah dan memahaminya. Maulawi tidak terbatas pada waktu dan tempat tertentu, tambahnya. Maulawi mengajarkan kepada kita keimanan kepada Tuhan yang Esa, kepada para Nabi penyeru kebenaran. Sebagaimana mengajak kita untuk berpegang teguh kepada keadilan dan memperjuangkannya. Di akhir ceramahnya presiden membacakan beberapa bait syair Maulawi yang menceritakan tentang ciri dan apa yang dirasakan oleh seorang yang menunggu kekasih yang dicintainya dan dirindukannya. 183075
captcha