IQNA

Berpegang Teguh dengan Al Quran adalah Jalan Satu-Satunya untuk menghidupkan Peradaban Islam

4:27 - November 22, 2007
Berita ID: 1604206
Haddad Adil: jika kita tidak ingin budaya dan peradaban Islam lebih terpinggirkan dan kita ingin menyaksikan dunia terwarnai oleh budaya dan peradaban Islam, maka tidak ada jalan lain bagi kita kecuali menjadikan Al Quran sebagai pijakan utama dan pertama.
Iqna: Gholam Ali Hadad Adil, ketua Parlemen Republik Islam Iran menyampaikan hal itu pada acara pembagian hadiah pada peserta terbaik seminar internasional para peneliti Al Quran khusus perempuan yang ke lima, kemarin. pada kesempatan itu beliau menyebutkan, bahwa dirinya sangat senang menyaksikan acara apresiasi atas kaum perempuan yang berkecimpung di dunia penelitian Al Quran. sungguh membanggakan ketika kita temukan jumlah besar dari para peneliti Al quran baik dalam atau luar negri berkumpul atas nama Al Quran dan menggali apa yang dapat digali dari kitab suci Al quran kepada semua yang telah bersusah payah demi terselengaranya acara ini saya ucapkan terimakasih dan apresiasi saya, tambahnya. Haddad Adil menegaskan, bahwa saat ini kita saksikan peradaban barat dengan kemajuan tekhnologi yang mereka miliki bermaksud untuk membumi hanguskan semua budaya dan peradaban lain serta antusias agar semua orang dan bangsa mengikuti dirinya. menurutnya supaya usaha mereka tidak berhasil, kita tidak ingin budaya dan peradaban Islam lebih terpinggirkan. sebaliknya kita ingin menyaksikan dunia terwarnai oleh budaya dan peradaban Islam, maka tidak ada jalan lain bagi kita kecuali menjadikan Al Quran sebagai pijakan utama dan pertama. Kita bisa meraih kebebasan dan jati diri kita dengan makna yang sebenarnya dengan kembali kepada Al Quran. kita harus memperbaharui pandangan dunia kita dengan pandangan dunia Qurani, tegasnya. Haddad Adil juga menyebutkan, bahwa salah satu dari berkah yang kita peroleh dengan kemenangan revolusi Islam adalah perhatian kepada Al Quran di negri ini dan penyelenggaraan berbagai aktifitas qurani dan di bawah naungan Al Quran kita pun bisa bersatu dan mempererat hubungan dengan seluruh kaum muslimin dunia. Al Quran itu, menurutnya mampu untuk mengaktualisasikan segala potensi yang kita miliki. dan lebih khusus kaum perempuan dengan apa yang mereka miliki mampu untuk mengejewantahkan keindahan Al Quran dalam diri dan masyarakatnya. pada saat yang sama Haddad Adil juga menyayangkan banyak acara yang diselenggarakan dengan nama Al quran dan agama yang menghabiskan banyak waktu, tenaga dan biaya besar, namun apa yang disampaikan dan dibahas dalam acara tersebut tidak sesuai dengan ajaran Al Quran. Sebagaimana kita pun menyayangkan adanya kecendrungan sebagian orang untuk menghidupkan hal-hal yang berbau khurafat dan ekstrimisme. tambahnya. namun kita bisa menghidari itu semua dengan menjadikan Al Quran, Nahjul Balaghah dan Shahifah Sajjadiyah sebagai pijakan kita, tegasnya. Ketua Parlemen Iran ini juga mengajak semua peserta seminar untuk menularkan pemikiran mereka kepada masyarakat sehingga mereka dapat meningkatkan wawasan dan pemikiran mereka berhubungan dengan Al Quran dan mendidik anak-anak mereka berdasarkan ajaran Al Quran. Berkenaan dengan tuduhan sebagian pihak bahwa Islam melakukan diskriminasi antara kaum lelaki dan wanita serta menghinakan perempuan, beliau membantahnya dengan menyatakan, bahwa bahasa Al Quran dan logika yang dapat kita pahami darinya adalah tidak demikian. hubungan Tuhan dengan hamba-Nya tidak akan dipengaruhi oleh jenis kelamin. Al Quran adalah dasar dan bukti yang paling kuat, bahwa Islamlah yang mengangkat derajat wanita. 193003
captcha