IQNA

Perampingan Al Quran dengan Huruf Braille Membutuhkan waktu Dua Tahun

10:44 - July 15, 2008
Berita ID: 1669291
Perampingan Al Quran dengan huruf Braille sangatlah berat dan perlu ketelitian ekstra, karenanya diperkirakan dibutuhkan waktu dua tahun untuk merampungkan edisi Al Quran khusus para tunanetra ini.
Sayyid Mohammad Hasan Wejdaniy, penulis pertama Al Quran dengan huruf Braille di Iran dalam wawancaranya dengan Iqna mengatakan hal itu dan menambahkan, bahwa diperlukan adanya berbagai diskusi atas beberapa hal yang perlu didiskusikan untuk mendapatkan hasil yang lebih sempurna. Menurutnya jika dilakukan pengurangan atas berbagai tanda baca yang tidak memiliki makna khusus maka akan berkurang 25 hingga 30 persen dari tebalnya Al Quran dengan huruf Braille. sebagaimana jika dibuat aturan baru untuk mengganti beberapa kata yang terulang dalam Al Quran, maka akan berkurang hingga 60 persen dari ukuran Al Quran Braille yang ada. Sebagai contoh atas hal itu tanda baca yang tidak diperlukan diganti dengan tanda baca sukun, sehingga pembaca akan memahami, bahwa ia harus berhenti di kata tersebut dan tidak perlu menulis tanda baca aslinya. Begitu juga misalnya kata "inda" yang dalam huruf Braille harus ditulis dengan delapan harakat bisa diganti dengan satu huruf tertentu, sehingga dengan demikian akan lebih efesien dan para pembaca tunanetra pun akan dengan mudah memahami, bahwa huruf yang disepakati tersebut adalah pengganti kata "'Inda". tegasnya. Wejdaniy berharap dilakukan berbagai diskusi dan lokakarya untuk hal ini sehingga akan melahirkan sebuah perubahan mendasar dalam Al Quran yang ditlis dengan huruf Braille. Selain memudahkan para penyandang cacat tunanetra hal ini juga merupakan kebanggaan tersendiri bagi bangsa Iran yang memulai sebuah langkah spektakuler demi terwujudnya AL Quran yang lebih kecil ukurannya bagi para tunanetra di dunia. 271461
captcha