IQNA

Imprealisme Internasional Tidak Akan Berhasil Menyulut Perselisihan di Kalangan Kaum Muslimin

9:14 - July 23, 2010
Berita ID: 1960512
Imam Ali Khamenei: Republik Islam Iran dengan izin Allah SWT tidak akan membiarkan Imprealisme Internasional mengatasnamakan Wahhabi untuk menyulut api perselisihan di kalangan kaum muslimin
IQNA merilis dari situs resmi Pemimpin Spiritual Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei, bahwa seiring dengan peringatan tujuh hari peristiwa teror berdarah di Masjid jami' Zahedan, Iran tenggara, merilis pesan duka yang menyebut badan-badan intelijen AS, Rezim Zionis Israel dan Inggris sebagai pihak yang mendukung kejahatan ini. Beliau menegaskan, salah satu target musuh dari aksi teror ini adalah untuk menyulut perpecahan dan fitnah antar madzhab. Akan tetapi Republik Islam Iran tidak akan mengizinkan kaki tangan arogansi dunia mewujudkan target mereka. Semua instansi yang bertanggung jawab di tiga lembaga negara harus menindak tegas musuh-musuh persatuan dan keamanan negara dan melawan mereka dengan serius serta menimpakan terhadap mereka balasan yang setimpal atas perbuatan yang dilakukannya, tegasnya. Di bawah ini teks pesan tertulis Pemimpin Besar Revolusi Islam; Bismillahirrahmanirrahim Hari ketujuh peringatan syahidnya sejumlah warga mukmin dan tulus kota Zadehan yang gugur secara mazlum telah tiba. Dalam peristiwa berdarah ini, tangan-tangan berlumur dosa dan para penjahat sesat Wahhabi yang didukung dan diprovokasi oleh badan-badan intelijen asing telah memanggang hati dan membuat banyak keluarga berduka. Peristiwa ini tersirami oleh aroma kecintaan dan kerinduan kepada Ahlu Bait Nabi Saw dan tercerahkan oleh cahaya makrifat dan tauhid yang murni. Kelompok ekstrim yang buta, bodoh, dan sekaligus pembunuh telah menyerahkan hati mereka yang sesat dan batin mereka yang gelap kepada kekuatan-kekuatan jahat yang berulang kali telah menunjukkan kebencian dan permusuhan terhadap Islam dan kaum muslimin. Dimanapun dan kapanpun ada celah, mereka tak pernah segan untuk menampakkan permusuhan dan kebencian terhadap umat Islam dan melayangkan pukulan terhadap mereka. Permusuhan mereka terhadap Republik Islam disebabkan oleh kibaran panji Islam di negara ini dan kelantangan Iran yang selalu mengajak kepada persatuan, kekuatan dan kehormatan Islam. Dari peristiwa berdarah ini dan peristiwa-peristiwa semisalnya, musuh berharap bisa menebar perpecahan di antara umat Islam. Selama berpuluh tahun dan sampai kini, Republik Islam Iran selalu tampil menjadi pendukung paling besar dan tulus untuk kaum muslimin yang tertindas di Gaza, Palestina, Afghanistan, Kashmir dan negeri-negeri Islam lainnya. Republik Islam sekarang menjadi sasaran konspirasi busuk badan-badan intelijen AS, Rezim Zionis Israel dan Inggris. Mereka berkhayal bisa menebar fitnah madzhab antara Sunni dan Syiah. Mereka lupa bahwa warga Ahlussunnah di Iran sama seperti warga Syiah, yang sama-sama telah menunjukkan loyalitas kepada pemerintahan Islam yang suci ini. Dengan semangat dan keimanan tinggi, mereka berjuang membela Republik Islam Iran dan negara ini menghadapi kubu arogansi dan kaki tangannya. Di kawasan kita ini, kelahiran dan perkembangan terorisme yang buas dan buta adalah buah dari kebijakan jahat AS, Inggris dan kaki tangannya baik dalam bentuk pemerintahan maupun non pemerintahan. Karena itu, wajib bagi semua Muslim untuk melawan dan memerangi fenomena busuk dan jahat ini yang merupakan manifestasi nyata dari ‘pengerusakan di muka bumi' dan ‘perang melawan Allah'. Semua kelompok Ahlussunnah di Iran dan negara-negara tetangga yang menjadi sasaran serangan dari kebijakan yang keji ini, khususnya para ulama, agamawan, cendekiawan dan kalangan kampus, memikul tugas yang lebih berat. Kalangan elit dari kelompok Sunni dan Syiah di semua negara Islam dan Arab harus menjelaskan kepada semua orang tentang tujuan musuh di balik dukungannya yang memperkuat terorisme madzhab. Mereka juga harus mengingatkan semua orang akan bahaya besar fitnah konflik antar madzhab yang memang diinginkan oleh musuh-musuh Islam. Dengan izin Allah, Republik Islam Iran tidak akan membiarkan kaki tangan arogansi dunia yang berkedok Wahhabi dan nama-nama sejenisnya, menebar fitnah perpecahan di antara kaum muslimin yang bersaudara. Seluruh instansi di ketiga lembaga tinggi negara sesuai tugasnya harus menindak tegas para musuh keamanan dan persatuan negara ini, dan serius melawan fenomena ini serta menimpakan balasan yang setimpal kepada para penebar fitnah. Masyarakat yang mukmin dan berjiwa bersih harus menjaga ketenangan dan kearifannya serta menghindari segala tindakan gegabah. Masyarakat hendaknya membantu para petugas dan pejabat terkait dalam menjalankan tugas mereka. Saya sekali lagi menyampaikan salam hormat kepada arwah para syuhada peristiwa berdarah ini yang gugur menemui Tuhan mereka di malam peringatan kelahiran Imam Hz Sayyidusy Syuhada al-Husain (as). Saya mengucapkan bela sungkawa yang dalam kepada keluarga para syuhada yang mulia serta memohon kepada Allah untuk memberikan kesabaran, ketabahan dan pahala berlimpah kepada mereka. Untuk para korban yang terluka, saya memohon dengan penuh kerendahan kepada Allah untuk memberikan kesembuhan yang cepat kepada mereka. Wassalamu ‘ala ‘ibadillahish shalihin wa rahmatullahi wa barakatuh. Sayyid Ali Khamenei 30 Tir 1389 (21 Juli 2010) 619176
captcha