IQNA

Kekurangan Guru adalah Masalah Besar dalam Pengajaran Al Qur’an Bagi Tuna Netra di Indonesia

3:23 - January 18, 2011
Berita ID: 2066410
Kekurangan pegajar dan pendidik pengajaran Al Qur’an bagi tunanetra dan biaya besar untuk menyediakan Al Qur’an dengan tulisan Braille adalah masalah besar yang dihadapi para tunanetra di Indonesia
IQNA mengutip dari situs Al Jazerah net, bahwa salah satu lembaga pendidikan Al Qur’an Al Karim bagi para tunanetra di Indonesia adalah bernama Ibnu Maktum Voice. Lembaga ini didirikan pada tahun2007, memiliki tujuan utama untuk pendidikan Al Qur’an Al Karim kepada para tunanetra, menyediakan Al Qur’an Al Karim dengan tulisan Braille untuk mereka dan berusaha untuk mencetak Al Qur’an dengan tulisan Braille. Dari sejak didirikannya lembaga ini sampai tahun lalu telah membagikan sekitar 2700 examplar Al Qur’an Al Karim dengan tulisan Braille untuk 3 juta tunanetra Indonesia, Al Qur’an ini dibagikan kepada para tunetra di daerah Jawa secara gratis. Dani Nur Rahman, ketua pelayanan lembaga pendidikan membaca Al Qur’an Al Karim kepada para tunanetra di Ibnu Maktum Voice dalam hal ini mengatakan: kekurangan para pengajar dan pembimbing Al Qur;an Al Karim dan juga tingginya biaya Al Qur’an dengan tulisan Braille adalah masalah yang paling penting dan merupakan sebuah tantangan yang sedang dihadapi para tunanetra negara ini untuk mempelajari Al Qur’an. Menurut statistic mentri kesehatan, jumlah tunanetra di negara ini sekitar 3 juta orang dan diantaranya hanya 150 ribu orang yang mampu membaca dengan tulisan Braille, dan sampai sekarang sekitar 10 ribu eksamplar Al Qur’an Al Karim dengan tulisan Brille telah dibagikan diantara mereka. 731058
captcha