Seorang marja’ Syiah Bahrain, Ayatullah Sheikh Isa Qasim menyatakan bahwa proses pelaksanaan reformasi di negara itu memerlukan kemauan politik yang kuat dan respon yang serius serta praktis dari para pemimpin dan pemilik keputusan di Bahrain.
IQNA mengutip laporan dari website al-Kautsar, pemimpin Syiah Bahrain, Ayatullah Sheikh Isa Qasim dalam khotbah di Shalat Jumat kemarin (8/07) di masjid Imam Shadiq (AS) di kota Daroz (Bahrain) mengatakan kebijakan reformasi yang dikenal sebagai "langkah" tidak dapat diterima.
Dia mengatakan bahwa kebijakan pemerintah untuk mereformasi, baik itu reformasi politik akan menunda implementasi apapun, sementara di Bahrain memerlukan implementasi langsung dari reformasi tersebut.
Ayatullah Sheikh Isa Qasim berkata, “Langkah demi mewujudkan reformasi dimaksudkan untuk menebus sejumlah orang di penjara rezim al-Khalifa dan menyumbangkan banyak darah.
Kebijakan politik pemerintah berarti penindasan rakyat kita, dan mereka gagal untuk memilih dan memutuskan logika kekuatan dan persenjataan di masyarakat.
Khatib shalat Jumat Masjid Imam Shadiq (as) lebih lanjut mengatakan bahwa prinsip hukum "sumber legitimasi rakyat dan pemerintahan" menyatakan rezim harus menerima reformasi dalam sistem politik yang berlaku di Bahrain.
Marja’ Syiah di Bahrain, Ayatullah Sheikh Isa Qasim dan khatib shalat Jumat mendesak rezim Al Khalifa untuk mengakui hak-hak rakyat Bahrain dan menegaskan bahwa tidak ada yang bisa menghambat realisasi keadilan dan tiada seorang pun yang mampu untuk menunda pelaksanaannya.
822247