IQNA merilis dari situs resmi Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei, bahwa beliau kemarin Ahad (24/3) pagi mengunjungi pangkalan militer Moqaddam milik Angkatan Laut Tentara Republik Islam - Armada Selatan untuk meninjau langsung aktivitas satuan Angkatan Laut Tentara di kawasan Teluk Persia, Laut Oman dan perairan internasional.
Dalam peninjauan itu, para perwira tinggi kawasan II Velayat dan kawasan III Kanarak memberikan penjelasan tentang kondisi daerah operasi masing-masing.
Panglima Tertinggi Seluruh Korps Angkatan Bersenjata dalam kesempatan itu memuji dan menyampaikan penghargaannya kepada para komandan dan personil Angkatan Laut di kawasan ini atas kerja keras yang mereka lakukan.
Para komandan dalam penjelasan mereka menyatakan bahwa angkatan laut di kawasan selatan ini terlibat dalam berbagai operasi di perairan internasional diantaranya melindungi kapal-kapal dagang dan tanker minyak dari serangan bajak laut.
Rahbar juga menyampaikan penghargaan kepada para personil angkatan laut lewat gelombang radio yang ditujukan ke kapal perang Jamaran. Beliau memuji dan mengapresiasi kerja keras pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan kapal perang ini.
Ayatollah al-Udzma Khamenei lebih lanjut berbicara di depan para perwira angkatan bersenjata yang bertugas di kawasan ini dan menyebutkan adanya potensi besar di berbagai bidang untuk mengembangkan dan lebih memajukan Korps Angkatan Laut. Beliau mengatakan, perluasan medan keterlibatan dan kehadiran Angkatan Laut di perairan internasional dan mempersiapkan infrastruktur bagi kehadiran ini akan mengubah korps ini menjadi satu kekuatan stratagis yang sebenarnya.
Menyinggung kehadiran kekuatan Angkatan Laut Iran di Bab El-Mandab, Teluk Aden, Laut Merah dan terusan Suez yang menimbulkan kesan di tingkat global dan membawa pesan kehormatan bagi Iran, beliau menandaskan, kehadiran ini menyentak musuh dan membuatnya ketakutan. Sebab, kehadiran satuan-satuan Angkatan Laut Republik Islam Iran dengan penuh kekuatan di perairan internasional melahirkan inspirasi dan optimisme di tengah berbagai bangsa.
Pemimpin Besar Revolusi Islam menegaskan, Republik Islam Iran bukan negara agresor, tetapi siap untuk hadir di perairan internasional. Sebab perairan ini adalah milik bersama dan pintu untuk bertukar budaya.
Beliau menambahkan, Angkatan Laut dengan keistimewaan strategisnya memiliki peran besar di wilayah politik, harga diri bangsa dan independensi negara.
Panglima Tertinggi Seluruh Korps Angkatan Bersenjata menyebut Angkatan Laut Tentara dan Angkatan Laur Pasdaran sebagai dua korps bersenjata yang saling melengkapi. Kedua korps Angkatan Laut ini memiliki inovasi dan kreatifitas masing-masing yang bagus dan memungkinkan keduanya untuk bertukar pengalaman.
Lebih lanjut beliau menekankan kembali keharusan bagi seluruh instansi dan lembaga pelaksana negara untuk bekerjasama dengan angkatan bersenjata dalam memenuhi seluruh kebutuhan logistik korps militer dan keluarga para personilnya.
Di awal pertemuan, Mayor Jenderal Salehi, Panglima Tertinggi Tentara menyampaikan ucapan selama datang kepada Rahbar seraya menyatakan bahwa kehadiran Angkatan Laut Republik Islam Iran di perairan internasional dan perluasan wilayah operasi dan misinya adalah kemajuan besar yang berhasil dicapai.
Sementara itu, Panglima Pasukan Sepah-e Pasdaran (Pasukan Garda Revolusi Islam) Mayor Jenderal Jafari dalam pembicaraannya menjelaskan program pemindahan markas komando Angkatan Laut Pasdaran ke Bandar Abbas dalam waktu dekat, seraya menambahkan, dengan berbekal peningkatan kemampuan kemaritiman, sistem peluru kendali dan pertahanan udara, Angkatan Laut Pasdaran bisa memperluas tugas mengontrol dan mengawasi kawasan Teluk Persia.
Dalam acara yang sama Komandan Angkatan Laut Tentara Laksamana Sayyari dan Komandan Angkatan Laut Pasdaran Brigadir Jenderal Fadavi melaporkan kinerja korps yang mereka pimpin. Sayyari mengatakan, diantara yang telah dilakukan Angkatan Laut Tentara adalah perubahan dan perluasan zona tugasnya sampai radius 10 derajat, perluasan kawasan kemaritiman III Kanarak, peningkatan kemampuan pangkalan Angkatan Laut, pengiriman armada militer ke perairan internasional, peremajaan peralatan, peningkatan sistem peluru kendali, peningkatan kemampuan komunikasi, serta perang elektronik dan cyber.
Sementara itu Fadavi mengatakan, Angkatan Laut Pasdaran diantaranya menyelenggarakan pelatihan kearifan secara berkala bagi para personil dan keluarga mereka, peningkatan kesiapan operasional, penempatan satuan-satuan khusus di sejumlah pulau dan kawasan vital, peningkatan sistem radar dan peluru kendali, serta penambahan jumlah patroli laut dan udara.
830751